Faktual News – Raksasa energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja cemerlang. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar USD605 juta, atau setara dengan sekitar Rp9,6 triliun (kurs Rp15.900/USD), menunjukkan kenaikan tipis namun stabil sebesar 1,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Peningkatan pendapatan ini sebagian besar didorong oleh kontribusi yang konsisten dari aset-aset panas bumi BREN, dengan Unit Binary Salak menjadi salah satu penopang utama yang mulai memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas produksi listrik. Meskipun segmen pembangkit angin menghadapi tantangan, bisnis panas bumi terbukti menjadi fondasi kokoh yang menopang kesinambungan arus pendapatan perseroan.

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, dalam keterangan resminya yang diterima Faktual News pada 24 Maret 2026, menggarisbawahi bahwa pencapaian stabilitas pendapatan ini merupakan buah dari strategi operasional yang ketat dan keberhasilan menjaga performa aset inti. Ia menambahkan, upaya optimalisasi struktur utang juga berperan dalam mendongkrak profitabilitas, meskipun penekanan utama tetap pada penguatan fundamental pendapatan dari inti bisnis energi panas bumi.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, BREN juga berhasil mencatatkan EBITDA yang mengesankan sebesar USD518 juta, dengan margin mencapai 85,6 persen. Angka ini secara jelas merefleksikan tingkat efisiensi operasional yang sangat tinggi dan terjaga. Lebih lanjut, laba bersih perseroan melonjak 6,5 persen secara tahunan menjadi USD165 juta, menandakan kemampuan BREN yang solid dalam menerjemahkan peningkatan pendapatan menjadi keuntungan bersih yang semakin kuat.
Menatap masa depan, BREN berambisi untuk mencapai peningkatan pendapatan yang lebih substansial melalui strategi ekspansi kapasitas panas bumi. Proyek-proyek vital seperti pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 ditargetkan untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Dengan penambahan kapasitas ini, total kapasitas pembangkitan BREN diproyeksikan akan melampaui 1 GW, membuka peluang pertumbuhan pendapatan baru yang signifikan sekaligus mengukuhkan posisi Perseroan sebagai pemain kunci dalam transisi energi terbarukan di Indonesia.

