Faktual News Jakarta – Perubahan komposisi Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) Indonesia resmi berlaku efektif mulai hari ini, setelah penutupan perdagangan kemarin, Senin 24 November 2025. Rebalancing ini memicu pergerakan signifikan pada sejumlah saham yang masuk maupun keluar dari daftar bergengsi tersebut.
Dua emiten yang menjadi sorotan utama adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Keduanya berhasil menembus MSCI Indonesia Global Standard. Euforia ini tercermin dari pergerakan harga saham yang positif. BRMS ditutup menguat 3,54% ke level Rp1.025 per saham, sementara BREN melonjak 2,79% menjadi Rp10.125 per saham.
Selain kedua nama besar tersebut, sejumlah perusahaan juga menghiasi daftar MSCI Indonesia Small Cap. Mereka adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Reaksi pasar terhadap masuknya saham-saham ini ke dalam MSCI Small Cap bervariasi. ENRG dan RAJA berhasil mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 9,14% (Rp1.015) dan 1,83% (Rp5.000). WIFI juga ikut menguat 3,32% ke level Rp3.730. Namun, sentimen positif tidak menular ke DSNG, KLBF, dan MSIN yang justru mengalami koreksi. DSNG turun 1,67% menjadi Rp1.670, KLBF melemah 3,31% ke Rp1.170, dan MSIN anjlok 7,63% ke posisi Rp460 per saham.
Perubahan komposisi MSCI ini terjadi di tengah momentum positif pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada hari yang sama, dengan penguatan 1,85% yang membawanya ke level 8.570,25. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin kuat.
