faktual.news – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan performa yang kurang menggembirakan, terperosok ke level 6.384 pada penutupan perdagangan Senin 21 September sore. Angka ini menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 56,43 poin atau setara dengan 0,88 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI Infokom, aktivitas perdagangan di lantai bursa cukup ramai, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,84 triliun. Sebanyak 26,90 miliar lembar saham berpindah tangan sepanjang hari itu. Namun, sentimen negatif mendominasi, tercermin dari jumlah saham yang terkoreksi mencapai 354, jauh melampaui 280 saham yang berhasil menguat, sementara 156 saham lainnya stagnan.

Kinerja sektoral juga menunjukkan gambaran yang serupa. Delapan dari sebelas sektor indeks utama berakhir di zona merah, dengan sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul, anjlok hingga 1,31 persen. Di sisi lain, hanya tiga sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan, di mana sektor transportasi tampil sebagai pemimpin dengan kenaikan 0,74 persen.
Situasi di pasar saham domestik ini berbanding terbalik dengan tren yang terlihat di bursa-bursa global. Mayoritas pasar saham di kawasan Asia terpantau bergerak di jalur positif. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melonjak 1,18 persen, diikuti oleh indeks Shanghai Composite di China yang menguat 0,97 persen. Tak ketinggalan, indeks Nikkei 225 di Jepang merangkak naik 1,38 persen, dan Straits Times di Singapura juga membukukan kenaikan 0,27 persen.
Optimisme serupa juga menyelimuti bursa saham Eropa. Indeks DAX di Jerman berhasil menguat 0,98 persen, dan indeks FTSE 100 di Inggris juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,73 persen.
Di seberang Atlantik, bursa saham Amerika Serikat juga mayoritas ditutup di zona hijau. Indeks S&P 500 menguat 0,17 persen dan indeks NASDAQ Composite naik 0,39 persen. Hanya indeks Dow Jones yang sedikit terkoreksi dengan penurunan 0,18 persen, tidak mampu menahan laju positif rekan-rekannya.


