faktual.news – Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia MACC baru-baru ini mengguncang publik dengan mengamankan sejumlah mantan petinggi Federal Land Development Authority FELDA dan anak perusahaannya Felda Investment Corporation FIC. Penangkapan ini merupakan bagian dari investigasi besar terkait dugaan penyalahgunaan dana dalam proyek properti ambisius Kuala Lumpur Vertical City KLVC yang nilainya fantastis.
MACC, melalui Ketua Pesuruhjaya Abd Halim Aman, mengonfirmasi telah menahan seorang mantan Direktur Jenderal FELDA dan seorang mantan CEO FIC. Kedua individu ini kini menghadapi rekomendasi dakwaan setelah proses investigasi intensif yang telah rampung. Pihak MACC kini menanti lampu hijau dari Kejaksaan Agung Malaysia untuk melanjutkan proses hukum.

Tidak hanya itu mantan Ketua FELDA Isa Samad juga tak luput dari pemeriksaan. Ia dimintai keterangan di Penjara Sungai Buloh terkait tujuh berkas penyelidikan terpisah yang mencakup dugaan penyalahgunaan kekuasaan korupsi dan penyelewengan dana investasi di lingkungan FELDA dan FIC. Halim menyebutkan kesaksian Isa Samad dicatat pada Kamis 17 September dan prosesnya diperkirakan berlanjut pekan depan. Hingga Jumat 18 September total 34 saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan dalam tujuh kasus tersebut.
Investigasi berskala besar ini yang diberi sandi Op Fella oleh badan antikorupsi menyasar seluruh transaksi investasi dan akuisisi aset FELDA selama satu dekade penuh yakni dari tahun 2010 hingga 2020. Ini menunjukkan betapa seriusnya upaya MACC untuk membersihkan dugaan praktik kotor di tubuh lembaga vital negara tersebut.
Di sisi lain MACC juga tengah mendalami kasus terpisah terkait keterlambatan pasokan pupuk di Kedah. Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Mohamad Sabu serta sekretaris jenderal kementerian telah dimintai keterangan. Mohamad Sabu memberikan kesaksiannya pada Rabu 16 September sementara sekretaris jenderal sehari sebelumnya. Hingga kini 37 saksi telah dipanggil dalam penyelidikan yang dimulai sejak 26 Agustus ini terkait penunjukan sebuah perusahaan oleh Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan. Halim memperkirakan investigasi ini akan rampung dalam satu atau dua minggu ke depan.


