Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 8 Agustus 2025, dengan performa yang cukup mencengangkan. Lonjakan 0,58 persen mengantarkan IHSG ke level 7.533,38, dari posisi pembukaan di 7.490,18. Pergerakan ini tentu menarik perhatian pelaku pasar, khususnya menjelang akhir pekan.
Data RTI Business mencatat transaksi cukup ramai. Sebanyak 30,68 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 1,89 juta kali. Nilai transaksi pun terbilang signifikan, menembus angka Rp18,52 triliun. Meski demikian, perlu dicermati bahwa di balik euforia penguatan IHSG, beberapa indeks lain justru mengalami pelemahan. IDX30 misalnya, mengalami penurunan 0,31 persen ke level 408,89. LQ45 juga ikut terkoreksi 0,34 persen menjadi 792,88. Sri-Kehati dan JII pun tak luput dari pelemahan, masing-masing turun 0,26 persen dan 0,45 persen.

Sektor energi dan industri menjadi penopang utama penguatan IHSG. Kenaikan signifikan terlihat pada sektor energi (2,27 persen) dan industri (2,20 persen). Sektor infrastruktur, keuangan, transportasi, dan properti juga ikut berkontribusi positif, meski dengan persentase yang lebih rendah. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi sorotan dengan penurunan cukup tajam, mencapai 2,64 persen. Sektor siklikal, non-siklikal, kesehatan, dan bahan baku juga mengalami pelemahan, namun dengan skala yang lebih kecil.
Pergerakan saham individual juga menarik perhatian. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) masuk dalam daftar top gainers. Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi top losers. Ketiga saham paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Pergerakan saham-saham ini tentu menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam menyusun strategi investasi selanjutnya.
