Faktual.news – Dunia pers Indonesia kembali kedatangan kabar menggembirakan bagi para jurnalis yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor edukasi. Tanoto Foundation secara resmi mengumumkan pembukaan Kompetisi Karya Jurnalistik Pendidikan 2026. Program tahunan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi para jurnalis di seluruh penjuru tanah air agar dapat menghasilkan karya jurnalistik yang mendalam, berbasis fakta, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui ajang ini, Tanoto Foundation berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial bagi ide-ide liputan yang segar dan relevan. Sebanyak 20 proposal terbaik yang terpilih nantinya akan mendapatkan suntikan dana total sebesar Rp100 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung proses peliputan mendalam mengenai berbagai isu krusial dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Patrick Hutajulu, selaku External Communications Lead Tanoto Foundation, mengungkapkan bahwa selama ini pemberitaan mengenai pendidikan sering kali hanya bersifat permukaan. Ia mencatat bahwa isu pendidikan biasanya baru mencuat ke permukaan ketika ada kebijakan baru yang diluncurkan atau saat terjadi masalah yang viral di media sosial.
"Kami ingin melihat bagaimana kebijakan dan program pendidikan dijalankan secara nyata di lapangan. Tantangan apa yang dihadapi oleh guru, bagaimana dampaknya bagi siswa, serta bagaimana pengaruhnya terhadap keluarga," ujar Patrick. Ia berharap kompetisi ini dapat membuka ruang diskusi konstruktif guna mendorong perbaikan sistem pendidikan nasional secara menyeluruh.
Tahun ini, peserta dapat mengajukan proposal liputan dengan fokus pada tiga pilar utama pendidikan, yakni: Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Tinggi. Setiap tema tersebut telah dilengkapi dengan subtema yang fleksibel, sehingga jurnalis dapat menyesuaikan ide liputan dengan konteks permasalahan unik yang ada di daerah masing-masing.
Untuk dapat berpartisipasi, terdapat beberapa kriteria ketat yang harus dipenuhi. Proposal yang diajukan harus orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain, dan bukan merupakan hasil saduran atau plagiarisme. Selain itu, seluruh proses peliputan wajib menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Kompetisi ini terbuka bagi jurnalis tetap maupun jurnalis lepas (freelance) yang bekerja di media yang terdaftar di Dewan Pers, baik secara individu maupun kelompok.
Rangkaian kompetisi akan dimulai dengan sesi pembekalan daring pada 23 Oktober 2026. Masa pendaftaran dan pengumpulan proposal dibuka mulai 23 Oktober hingga 9 November 2026 pukul 23.59 WIB. Setelah melalui proses kurasi, 20 proposal terpilih akan diumumkan pada 10 November 2026.
Para jurnalis terpilih kemudian akan memulai fase peliputan dan publikasi hingga 11 Desember 2026. Sebagai puncak acara, tiga karya terbaik akan diumumkan pada 16 Desember 2026 dengan penghargaan tambahan yang menarik. Bagi para jurnalis yang tertarik, informasi lengkap mengenai mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Tanoto Foundation.


