Faktual News Jakarta – Kabar baik bagi investor! Bareksa menggandeng Quantit, perusahaan fintech asal Korea Selatan yang ahli dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan, serta STAR Asset Management (STAR AM), meluncurkan reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar AS (USD) dengan sentuhan AI. Produk inovatif bernama STAR Fixed Income Neo AI Dollar ini menawarkan eksposur ke pasar saham AS.
Kolaborasi strategis ini menjadi bukti komitmen Bareksa untuk menyediakan solusi investasi cerdas bagi seluruh nasabah, baik institusi maupun ritel. CEO dan Co-founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, menyatakan bahwa produk ini dirancang untuk membantu investor mencapai tujuan finansial mereka.

Keunggulan utama reksa dana ini terletak pada pemanfaatan teknologi AI dari Quantit. AI berperan penting dalam membantu manajer investasi STAR AM melakukan analisis pasar dan pengambilan keputusan investasi secara lebih cepat dan akurat. Kombinasi strategi investasi yang kompleks memerlukan dukungan teknologi canggih, dan AI hadir sebagai solusi.
Berdasarkan hasil backtesting selama 10 tahun, reksa dana pendapatan tetap USD ini mencatatkan rata-rata imbal hasil antara 5,7 hingga 8,5 persen per tahun. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa hasil backtesting bukanlah jaminan kinerja di masa depan. Angka ini cukup menarik, mengingat rata-rata return reksa dana USD pendapatan tetap di Indonesia dalam setahun terakhir berada di level 4,48 persen per 18 November, sementara deposito USD periode satu tahun hanya menawarkan bunga 2 persen (suku bunga LPS).
Peluncuran STAR Fixed Income Neo AI Dollar juga dilatarbelakangi oleh tingginya minat investor ritel terhadap aset global. Reksadana ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan investor yang ingin berinvestasi di saham AS dengan kinerja yang lebih stabil dan fluktuasi yang minim.
Meskipun AI memegang peranan penting dalam analisis, Karaniya menegaskan bahwa keputusan investasi dalam pengelolaan portofolio tetap berada di tangan manajer investasi dari STAR AM. Hal ini memastikan bahwa faktor manusia tetap menjadi bagian integral dari proses pengambilan keputusan.
Kedepannya, Bareksa berencana untuk terus mengembangkan ekosistem investasi berbasis AI (AI-driven investing), baik dalam denominasi dolar maupun rupiah, demi menghadirkan investasi cerdas bagi seluruh investor di Indonesia.

