Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS Guncang Dunia Manufaktur: Indeks Baru Lebih Akurat dari BI?

    20-05-2026 - 05.20

    Bukan Krisis! Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok Rupiah Lemah!

    19-05-2026 - 21.20

    Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!

    19-05-2026 - 14.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • BPS Guncang Dunia Manufaktur: Indeks Baru Lebih Akurat dari BI?
    • Bukan Krisis! Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok Rupiah Lemah!
    • Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!
    • Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta
    • Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan
    • Purbaya Balas Pedas Kritik Asing: Data Eropa Bikin Melongo!
    • Dukungan BNI Hasilkan Juara Dunia! Leo/Daniel Guncang Thailand Open 2026!
    Faktual News
    Home - Market -
    Market

    06-04-2026 - 21.2002 Mins Read0

    Gawat! IHSG Terjun ke Bawah 7.000, Sektor Ini Selamat

    Faktual News – Pasar modal Indonesia memulai awal pekan dengan sentimen negatif yang cukup kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (6/4) kembali terperosok, ditutup melemah 0,53 persen ke level 6.989,42. Penurunan ini membawa indeks kembali di bawah ambang psikologis 7.000, setelah sebelumnya sempat berada di posisi 7.026,78.

    Gambar Istimewa :

    Data dari RTI Business menunjukkan dominasi tekanan jual yang signifikan di pasar. Tercatat sebanyak 412 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 255 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 151 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan nilai. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total 29,21 miliar saham berpindah tangan dalam 1,66 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi jumbo mencapai Rp15,24 triliun.

    Kelesuan pasar tidak hanya menimpa IHSG secara keseluruhan. Seluruh indeks acuan domestik lainnya juga ikut terjerembab ke zona merah. Indeks IDX30 turun tipis 0,13 persen menjadi 388,13, sementara Sri-Kehati merosot lebih dalam 0,50 persen ke 340,63. Indeks saham unggulan LQ45 bahkan melemah 0,95 persen ke 707,76, dan Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 0,64 persen menjadi 476,49.

    Secara sektoral, mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia tak luput dari tekanan jual. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 0,92 persen, diikuti oleh sektor non-siklikal yang terkoreksi 0,80 persen. Sektor kesehatan melemah 0,58 persen, dan sektor teknologi juga merosot 0,42 persen. Tekanan juga terasa di sektor properti yang turun 0,31 persen, sektor keuangan melemah 0,22 persen, sektor transportasi merosot 0,09 persen, dan sektor industrial terkikis tipis 0,01 persen.

    Namun, di tengah gelombang merah yang melanda, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan penguatan. Sektor siklikal memimpin dengan kenaikan impresif 2,26 persen. Disusul oleh sektor bahan baku yang meningkat 1,17 persen, serta sektor energi yang mampu menguat 0,39 persen, memberikan sedikit harapan di tengah kelesuan pasar.

    Pergerakan saham individual juga menarik perhatian investor. Saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan ini antara lain PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh emiten konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (CUAN).


    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      BPS Guncang Dunia Manufaktur: Indeks Baru Lebih Akurat dari BI?

      20-05-2026 - 05.20

      Bukan Krisis! Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok Rupiah Lemah!

      19-05-2026 - 21.20

      Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!

      19-05-2026 - 14.20

      Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta

      19-05-2026 - 05.20

      Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan

      18-05-2026 - 21.20

      Purbaya Balas Pedas Kritik Asing: Data Eropa Bikin Melongo!

      18-05-2026 - 14.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • BPS Guncang Dunia Manufaktur: Indeks Baru Lebih Akurat dari BI?
      • Bukan Krisis! Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok Rupiah Lemah!
      • Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!
      • Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta
      • Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.