Badai Merah Terjang IHSG! Anjlok 1,25%, Cek Sektor Anda!
Faktual News – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu membendung tekanan jual pada sesi perdagangan pertama hari Kamis (2/4). Indeks acuan ini harus rela ditutup anjlok 1,25 persen, mengakhiri sesi di level 7.094,52, setelah sebelumnya dibuka di posisi 7.184,43. Ini menandai kelanjutan tren pelemahan yang cukup signifikan di pasar modal domestik, diwarnai sentimen negatif yang merata.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai namun didominasi aksi jual. Sebanyak 14,49 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 1,03 juta kali transaksi. Total nilai transaksi yang berhasil dihimpun mencapai Rp6,89 triliun, mencerminkan volume perdagangan yang tinggi di tengah sentimen negatif yang kuat.
Kondisi pasar yang lesu tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Tercatat, 433 emiten mengalami koreksi harga, jauh melampaui 227 saham yang berhasil membukukan penguatan. Sementara itu, 151 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak luput dari tekanan jual, mayoritas bergerak di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan 2,88 persen, diikuti sektor bahan baku yang merosot tajam 2,87 persen. Sektor industrial juga tak berdaya, melemah 2,09 persen, sementara sektor teknologi dan energi masing-masing terkoreksi 1,75 persen dan 1,06 persen. Tekanan juga terasa di sektor transportasi (-0,82%), properti (-0,61%), keuangan (-0,42%), dan kesehatan (-0,17%).
Di tengah lautan merah, hanya dua sektor yang mampu bertahan dan mencatat penguatan. Sektor non-siklikal menjadi primadona dengan kenaikan impresif 1,72 persen, menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar. Disusul oleh sektor siklikal yang juga tipis menguat 0,04 persen.
Sentimen negatif ini tidak hanya melanda pasar domestik. Bursa-bursa utama di kawasan Asia juga kompak ditutup melemah. Indeks Nikkei 225 Tokyo terjerembab 2,58 persen, Hang Seng Index Hong Kong merosot 1,45 persen, dan Shanghai Composite Index di Shanghai juga tak luput dari koreksi, ditutup melemah 1,17 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya kekhawatiran global yang turut menyeret kinerja pasar saham di regional.
