Gawat! IHSG Terkoreksi, Analis Bocorkan Saham Unggulan!
Faktual News – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa negatif pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Maret 2026. Tepat pukul 09:00 WIB, indeks acuan pasar modal Indonesia ini dibuka melemah ke level 7.649,77 poin, turun signifikan 0,79 persen dari penutupan sebelumnya di 7.710,53 poin. Pelemahan ini terjadi jelang akhir pekan, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar selanjutnya.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan pagi ini mencatat perputaran 903,04 juta saham. Transaksi tersebut berlangsung dalam 59 ribu kali frekuensi, dengan total nilai mencapai Rp341,00 miliar. Dinamika pasar juga terlihat dari pergerakan saham individu: sebanyak 247 saham mengalami koreksi, 158 saham berhasil menguat, sementara 202 saham lainnya tetap stagnan.
Sebelumnya, manajemen Phintraco Sekuritas telah memprediksi pergerakan IHSG akan cenderung sideways dan melemah pada pekan ini. "Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran level 7.550-7.800 di perdagangan Jumat (6/3)," demikian pernyataan Phintraco dalam risetnya yang diterima faktual.news di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Phintraco menyoroti beberapa sentimen yang mempengaruhi pasar. Dari sisi domestik, investor tengah menantikan rilis data cadangan devisa bulan Februari 2026. Data ini diperkirakan akan menunjukkan penurunan, seiring dengan depresiasi nilai tukar rupiah yang terus berlanjut, menambah tekanan pada pasar keuangan.
Sementara itu, dari ranah global, perhatian tertuju pada Amerika Serikat (AS) yang akan merilis sejumlah data ekonomi krusial pada 6 Maret. Data tersebut meliputi nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran untuk Februari 2026, serta data penjualan ritel Januari 2026. Konsensus pasar memproyeksikan nonfarm payrolls akan melambat menjadi 59 ribu pada Februari 2026, dari sebelumnya 130 ribu di Januari 2026. Adapun tingkat pengangguran diperkirakan stabil di angka 4,3 persen, yang bisa menjadi indikator kesehatan pasar tenaga kerja AS.
Meskipun pasar diliputi sentimen negatif, Phintraco Sekuritas tetap memberikan rekomendasi saham-saham yang layak dicermati investor. Beberapa di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Astra International Tbk (ASII). Saham-saham ini diharapkan memiliki ketahanan di tengah gejolak pasar saat ini.
Editor: Yulian Saputra
