Dolar AS Loyo, Emas Justru Menggila? Ini Kata WGC!
Faktual News – Prospek harga emas di pasar global kembali menjadi sorotan. World Gold Council (WGC) memproyeksikan logam mulia ini berpotensi besar untuk terus mendapatkan dukungan signifikan dalam jangka menengah. Katalis utamanya? Tren pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan berlanjut, ditambah dengan agresivitas bank sentral dalam mendiversifikasi cadangan mereka ke aset emas.
Dalam riset terbarunya yang dirilis pada 6 Maret 2026, manajemen World Gold Council secara gamblang menyebutkan dua faktor kunci tersebut sebagai penopang utama prospek emas. "Berlanjutnya diversifikasi bank sentral ke aset emas juga turut memberikan dukungan tambahan bagi harga," tulis WGC, menegaskan peran krusial dari kebijakan moneter global.
WGC menganalisis bahwa penguatan dolar AS yang sempat terjadi akibat meningkatnya tensi konflik geopolitik di Timur Tengah kemungkinan besar hanya bersifat temporer. Dalam pandangan jangka menengah, dinamika pasar akan kembali menekan dolar, menjadikannya angin segar bagi harga emas. Pelemahan mata uang Paman Sam ini tidak lepas dari valuasi pasar saham AS dan dolar yang dinilai masih relatif mahal. Di sisi lain, pasar di kawasan Eropa dan Jepang kini mulai menawarkan alternatif investasi yang lebih menarik, berpotensi mengalihkan arus modal global.
Sentimen positif terhadap emas sudah terlihat jelas sepanjang Februari 2026, di mana harga tercatat melonjak sekitar 5 persen. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi aksi buy on dip dari investor, pelemahan dolar AS yang mulai terasa, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membuat aset tanpa bunga seperti emas menjadi lebih atraktif.
Kendati demikian, World Gold Council tetap mengingatkan para investor akan sejumlah risiko yang patut diwaspadai. Salah satu potensi hambatan adalah berkurangnya minat terhadap emas jika arus modal global mulai mengalir lebih kuat ke pasar saham di Eropa, Jepang, atau kawasan lain yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan kinerja pasar domestik yang solid. Diversifikasi portofolio investor ke aset berisiko tinggi di pasar yang sedang bullish bisa mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven.
Dinamika Harga Emas Domestik pada 6 Maret 2026
Di tengah proyeksi jangka menengah yang bullish, pergerakan harga emas di pasar domestik pada Jumat, 6 Maret 2026, menunjukkan tren yang bervariasi. Menurut laporan Faktual News , harga emas Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan di Pegadaian kompak mengalami kenaikan tipis.
Rinciannya, harga jual emas Galeri24 naik sebesar Rp5.000, mencapai level Rp3.080.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp3.075.000 per gram. Senada, harga emas UBS juga menguat Rp5.000, bergerak dari Rp3.091.000 per gram menjadi Rp3.096.000 per gram.
Namun, tidak semua emas mencatat kenaikan. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam justru mengalami koreksi cukup signifikan, anjlok ke level Rp3.024.000 per gram dari harga sebelumnya Rp3.049.000 per gram. Fluktuasi ini mengindikasikan kompleksitas pasar emas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik.
