IHSG Sesi I Melesat Hijau: Sektor Ini Bawa Keuntungan Besar!
Faktual News – Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Rabu (25/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir performa positif, berhasil mempertahankan momentum penguatan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melonjak 0,60 persen ke level 8.330,12, melanjutkan tren positif yang terlihat sejak pembukaan di 8.280,83. Kinerja impresif ini mencerminkan optimisme investor di tengah dinamika pasar.
Merujuk data dari RTI Business, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai 31,39 miliar lembar saham yang berpindah tangan, dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,73 juta kali. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan pun tidak kalah fantastis, mencapai Rp16,69 triliun. Meskipun demikian, peta pergerakan saham menunjukkan persaingan ketat: 319 saham berhasil menguat, sementara 329 saham harus terkoreksi, dan 169 saham lainnya memilih untuk stagnan.
Dominasi sentimen positif terlihat jelas di hampir seluruh sektor. Sektor industrial menjadi bintang utama dengan lonjakan signifikan sebesar 2,04 persen. Disusul ketat oleh sektor siklikal yang tumbuh 1,93 persen dan sektor bahan baku yang menguat 1,56 persen. Tak ketinggalan, sektor kesehatan (1,23%), energi (0,65%), infrastruktur (0,46%), keuangan (0,25%), properti (0,21%), teknologi (0,20%), dan non-siklikal (0,04%) turut menyumbang energi hijau bagi IHSG.
Namun, di tengah euforia penguatan, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang harus menelan pil pahit, anjlok 2,09 persen. Kontraksi ini sebagian besar terbebani oleh performa saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang terkoreksi cukup dalam sebesar 2,29 persen, memberikan tekanan signifikan pada sektor tersebut.
Kinerja positif IHSG juga selaras dengan tren yang terjadi di bursa-bursa utama Asia. Indeks Nikkei 225 Tokyo melesat 2,62 persen, Shanghai Composite Index menguat 1,20 persen, dan Hang Seng Index Hong Kong turut merangkak naik 0,75 persen. Tren regional yang positif ini semakin memperkuat sentimen bullish di pasar saham domestik.
