Geger! Asing Jual Rp599 M, IHSG Malah Melejit!
Faktual News – Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp599,51 miliar, melanjutkan tren keluarnya dana dari pasar domestik yang secara akumulatif (year-to-date) telah mencapai angka fantastis Rp15,06 triliun. Menariknya, di tengah derasnya arus keluar modal asing tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan resiliensi yang patut dicatat, berhasil ditutup melesat signifikan.
Aksi lepas saham oleh investor global ini secara dominan menyasar sektor finansial, khususnya pada saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo. Sebut saja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menjadi target utama penjualan. Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga terpantau banyak dilego oleh investor asing. Data ini, sebagaimana diungkapkan oleh Phillip Sekuritas Indonesia, memberikan gambaran jelas mengenai preferensi investor asing dalam melakukan divestasi.
Fenomena menarik terjadi, di tengah tekanan jual asing yang cukup besar, IHSG justru mampu mengakhiri hari perdagangan dengan performa impresif. Indeks acuan ini ditutup menguat 1,22 persen, melonjak ke posisi 8.031,87 dari level penutupan sebelumnya di 7.935,26. Kenaikan ini mengindikasikan adanya kekuatan beli domestik yang solid, mampu menopang pasar dan menyerap tekanan jual dari investor global.
Menurut statistik yang dirilis oleh RTI Business, gambaran pasar secara keseluruhan cukup positif. Sebanyak 433 saham berhasil menguat, jauh melampaui 252 saham yang terkoreksi, sementara 136 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 40,69 miliar saham berpindah tangan dalam 2,27 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp17,87 triliun.
Mayoritas indeks sektoral dan tematik di dalam negeri juga turut mencatatkan penguatan. Indeks IDX30 naik tipis 0,10 persen menjadi 426,64, sementara LQ45 meningkat 0,66 persen ke 820,94. Kinerja paling cemerlang ditunjukkan oleh Jakarta Islamic Index (JII) yang melesat 2,62 persen ke 545,88. Hanya indeks Sri-Kehati yang tercatat sedikit melemah 0,43 persen, berada di level 378,00. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada sentimen negatif dari arus keluar dana asing, optimisme dan kekuatan pasar domestik masih menjadi penentu arah pergerakan IHSG.
