IHSG Merah di Akhir Pekan, Sektor Ini Paling Terpukul!
Faktual News – Pasar modal Indonesia menutup pekan dengan nada minor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 19 Desember 2025, harus puas parkir di zona merah, melemah tipis 0,10 persen ke level 8.609,55. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan dari posisi sebelumnya di 8.618,19, memberikan sentimen bearish menjelang akhir pekan yang panjang.
Data dari RTI Business menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar. Sebanyak 473 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 197 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 133 saham lainnya terpantau stagnan. Meskipun demikian, aktivitas transaksi tetap menggeliat dengan total nilai mencapai Rp47,06 triliun, melibatkan perpindahan 40,78 miliar saham dalam 2,30 juta kali frekuensi perdagangan. Angka transaksi yang masif ini menunjukkan likuiditas pasar yang tinggi, bahkan di tengah sentimen negatif.
Di tengah pelemahan IHSG secara keseluruhan, beberapa indeks sektoral dan konstituen utama menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks LQ45 berhasil menguat 0,21 persen ke 853,54, dan Jakarta Islamic Index (JII) bahkan melonjak 0,80 persen menjadi 585,26. Namun, Sri-Kehati sedikit tergelincir 0,01 persen ke 383,73, dan IDX30 turut merosot 0,20 persen ke 438,56.
Kinerja sektor menjadi cerminan utama tekanan pasar yang terjadi. Mayoritas sektor ditutup melemah signifikan, dengan sektor transportasi menjadi yang paling terpukul, anjlok tajam 2,86 persen. Disusul oleh sektor kesehatan yang merosot 0,99 persen, infrastruktur melemah 0,90 persen, teknologi turun 0,52 persen, properti ambles 0,51 persen, dan siklikal terkoreksi 0,25 persen.
Meski demikian, tidak semua sektor bernasib sama. Beberapa sektor mampu melawan arus dan mencatatkan penguatan. Sektor non-siklikal memimpin dengan kenaikan 0,18 persen, diikuti oleh sektor bahan baku yang meningkat 0,17 persen. Sektor keuangan juga menunjukkan ketahanan dengan menguat 0,14 persen, disusul industrial naik 0,12 persen, dan energi bertumbuh 0,08 persen.
Di jajaran saham-saham pilihan, PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), dan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menjadi top gainers yang menarik perhatian investor. Sebaliknya, PT Hillcon Tbk (HILL), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) harus puas berada di daftar top losers. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, menunjukkan tingginya minat investor pada saham-saham tersebut.
