Awas! IHSG Terancam Merah, CGS Ungkap Sinyal Bahaya
Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini, Kamis, 12 Desember 2025. Analisis teknikal dari CGS International Sekuritas Indonesia menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham domestik cenderung variatif dengan kecenderungan menurun.
Dalam riset terbarunya, manajemen CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 8.450-8.535 dan resistance 8.705-8.790. Prediksi ini menyusul kinerja kurang memuaskan pada perdagangan sebelumnya, Rabu (11/12), di mana IHSG ditutup di zona merah pada level 8.620,48, terkoreksi 0,92 persen dari posisi 8.700,92.
Sejumlah katalis negatif disinyalir menjadi pemicu utama potensi pelemahan IHSG. Salah satunya adalah tekanan jual yang berkelanjutan dari investor asing, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selain itu, risiko koreksi juga membayangi saham-saham yang sebelumnya telah mencatatkan kenaikan signifikan, memicu aksi profit taking dari para pelaku pasar.
Kendati demikian, tidak semua sentimen pasar bersifat negatif. Beberapa faktor positif diharapkan dapat menjadi penahan laju pelemahan. Penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street Amerika Serikat dan kenaikan harga beberapa komoditas global diprediksi akan memberikan sentimen positif yang mampu mengimbangi tekanan jual di pasar domestik.
Di tengah proyeksi pasar yang cenderung melemah, CGS International Sekuritas tetap memberikan rekomendasi saham-saham pilihan yang berpotensi memberikan keuntungan (cuan) bagi investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut meliputi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
