Artikel Berita:
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan hari Selasa, 25 November 2025, terperosok ke level 8.521,88. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.570,25.
Data dari RTI Business mencatat bahwa tekanan jual mendominasi pasar dengan 364 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 277 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 170 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 57,55 miliar saham, frekuensi transaksi sebanyak 2,56 juta kali, dan nilai transaksi mencapai Rp31,26 triliun.
Kinerja negatif juga terlihat pada indeks-indeks utama lainnya. IDX30 merosot 0,84 persen ke level 443,30, LQ45 turun 0,72 persen menjadi 857,16, JII terkoreksi 0,90 persen ke 577,50, dan Sri-Kehati melemah 0,71 persen ke 385,46.
Di tengah sentimen negatif, beberapa sektor berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor industrial menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,10 persen, diikuti sektor kesehatan (1,50 persen), sektor siklikal (0,76 persen), sektor keuangan (0,64 persen), sektor energi (0,32 persen), dan sektor infrastruktur (0,13 persen).
Sebaliknya, sektor properti mengalami penurunan paling dalam sebesar 0,94 persen. Sektor non-siklikal dan teknologi juga terkoreksi masing-masing 0,46 persen, sektor bahan baku turun 0,28 persen, dan sektor transportasi melemah 0,19 persen.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi (top gainers) antara lain PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga terdalam (top losers) adalah PT Bundamedik Tbk (BMHS), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
Tiga saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
