Faktual News Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa ada 13 perusahaan yang antre untuk melantai di bursa. Kabar baiknya, tiga di antaranya adalah perusahaan besar atau lighthouse company yang bergerak di sektor menjanjikan.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa lighthouse company ini memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun dan free float (saham yang beredar di publik) minimal 15%. Ketiga perusahaan tersebut berasal dari sektor yang berbeda-beda, yaitu infrastruktur, pertambangan, dan keuangan.
"Saat ini ada 13 perusahaan dalam pipeline IPO kami, dan tiga di antaranya adalah perusahaan besar dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan keuangan," ujar Nyoman di Jakarta, (6/11/2025).
Sayangnya, belum ada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam daftar calon emiten saat ini. Meski demikian, BEI terus berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan Danantara, lembaga investasi strategis yang kini mengelola aset BUMN.
"Kami berharap akan ada lighthouse company yang berasal dari BUMN di masa depan," imbuh Nyoman.
Berdasarkan data per 23 Oktober 2025, dari 13 perusahaan yang mengantre IPO, dua perusahaan memiliki aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), enam perusahaan aset skala menengah (Rp50 miliar-Rp250 miliar), dan lima perusahaan aset skala besar (di atas Rp250 miliar).
Dengan adanya potensi IPO dari tiga perusahaan raksasa ini, diharapkan dapat menggairahkan pasar modal Indonesia dan menarik minat investor.
