faktual.news – Sebuah fakta mengejutkan terkuak: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa penerimaan pajak kini menjadi tulang punggung utama pembiayaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Sekolah Rakyat, semua program andalan tersebut bergantung pada setoran pajak masyarakat.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam sebuah seminar Kemenkeu Corpu Open Class (KCOC) pada Kamis (18/6) menegaskan, pertumbuhan penerimaan pajak yang kuat adalah bukti nyata kontribusi langsung wajib pajak. Dana yang terkumpul ini secara langsung membiayai beragam inisiatif pembangunan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "DJP konsisten mempertahankan kinerja positif ini tak lepas dari dukungan wajib pajak yang menjadi aktor utama di balik program-program strategis seperti Kopdes Merah Putih, MBG, dan Sekolah Rakyat yang dibelanjakan lewat APBN," ujar Bimo.

Bimo menjelaskan, performa penerimaan pajak yang terus meroket membuka ruang gerak bagi pemerintah untuk merealisasikan berbagai agenda prioritas nasional di sektor-sektor krusial. Keberhasilan ini bertumpu pada sinergi pengawasan kepatuhan wajib pajak yang ketat, penegakan hukum yang adil, kondisi ekonomi yang cukup kondusif, serta penyempurnaan berkelanjutan sistem administrasi perpajakan melalui Coretax. "Kinerja positif ini adalah hasil dari pengawasan kepatuhan dan penegakan hukum yang seimbang, ditopang pertumbuhan ekonomi stabil dan peningkatan kualitas Coretax yang terus kami perbaiki," tambahnya.
Secara kumulatif, penerimaan pajak dari Januari hingga Mei 2026 telah mencapai Rp834 triliun, melonjak 22,1 persen. Angka ini setara dengan 35,4 persen dari target penerimaan pajak tahun ini yang dipatok Rp2.357,7 triliun. Lebih lanjut, hingga 16 Juni 2026, realisasi penerimaan pajak telah menyentuh angka Rp940,31 triliun, menunjukkan pertumbuhan 23,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian fantastis ini, realisasi penerimaan pajak sudah mencapai 39,62 persen dari target APBN 2026. "Ini adalah angka sementara di pertengahan Juni dan kami berharap konsistensi ini terus terjaga. Dari 35,4 persen di Mei, kini sudah naik menjadi 39,62 persen dari target 2026," pungkas Bimo optimis.


