faktual.news – Harga minyak global anjlok drastis mendekati level US$70 per barel. Penurunan tajam ini menyusul pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memastikan Selat Hormuz akan kembali dibuka penuh pada Jumat 19 Juni. Keputusan ini merupakan bagian dari kesepakatan damai bersejarah antara AS dan Iran yang dijadwalkan diteken di Swiss.
Berdasarkan laporan dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent merosot tajam sebesar US$4,21 atau 5,1 persen, mencapai US$78,96 per barel pada penutupan perdagangan Selasa 16 Juni waktu setempat. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan lebih dalam, yakni US$4,70 atau 5,8 persen, bertengger di angka US$76,05 per barel.

Angka ini menandai penutupan terendah untuk Brent sejak 2 Maret dan WTI sejak 4 Maret. Sebagai perbandingan, sebelum konflik AS-Iran pecah pada 28 Februari, harga Brent berada di US$72,48 per barel, dan WTI di US$67,02 per barel pada 27 Februari.
"Dengan dibukanya kembali Selat setelah penandatanganan Perjanjian pada Jumat untuk keperluan pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir di kedua ujungnya bagi kawasan tersebut, dan juga dunia!" seru Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya pada Minggu 14 Juni.
Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa pungutan biaya bagi kapal yang melintas. Sebagai bagian integral dari kesepakatan ini, Amerika Serikat juga akan mengakhiri blokade maritim yang selama ini diterapkan terhadap Iran. "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump penuh semangat.
Amerika Serikat dan Iran secara resmi telah mencapai kesepakatan damai, menandai berakhirnya konflik di Timur Tengah pada Minggu 14 Juni. Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa draf nota kesepahaman (MoU) dengan AS telah final dan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat 19 Juni di Swiss.
"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6)," jelas Kazem Gharibabadi kepada media pemerintah. Ia menambahkan bahwa MoU ini bukan hanya buah diplomasi, tetapi juga representasi kekuatan militer Iran. "Komitmen kami akan berlaku mulai Jumat," tegas Gharibabadi.
Gharibabadi juga menyebutkan bahwa Teheran berkomitmen menghentikan konflik di semua lini, termasuk di negara-negara Teluk. Dengan demikian, dua poin utama akan segera diberlakukan. "Pertama, penghentian permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan total blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat atas Republik Islam Iran," tambahnya, dikutip dari CNN.
Sementara itu, Kantor berita Iran Mehr melaporkan adanya draf kesepakatan antara AS dan Iran yang memuat 14 poin nota kesepahaman. Informasi ini didapat dari seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, seperti dikutip dari News 18. Meski detail resmi MoU belum dipublikasikan, kesepakatan ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi stabilitas kawasan dan pasar energi global.


