Gawat! IHSG Terjun ke Bawah 7.000, Sektor Ini Selamat
Faktual News – Pasar modal Indonesia memulai awal pekan dengan sentimen negatif yang cukup kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (6/4) kembali terperosok, ditutup melemah 0,53 persen ke level 6.989,42. Penurunan ini membawa indeks kembali di bawah ambang psikologis 7.000, setelah sebelumnya sempat berada di posisi 7.026,78.
Data dari RTI Business menunjukkan dominasi tekanan jual yang signifikan di pasar. Tercatat sebanyak 412 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 255 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 151 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan nilai. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total 29,21 miliar saham berpindah tangan dalam 1,66 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi jumbo mencapai Rp15,24 triliun.
Kelesuan pasar tidak hanya menimpa IHSG secara keseluruhan. Seluruh indeks acuan domestik lainnya juga ikut terjerembab ke zona merah. Indeks IDX30 turun tipis 0,13 persen menjadi 388,13, sementara Sri-Kehati merosot lebih dalam 0,50 persen ke 340,63. Indeks saham unggulan LQ45 bahkan melemah 0,95 persen ke 707,76, dan Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 0,64 persen menjadi 476,49.
Secara sektoral, mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia tak luput dari tekanan jual. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 0,92 persen, diikuti oleh sektor non-siklikal yang terkoreksi 0,80 persen. Sektor kesehatan melemah 0,58 persen, dan sektor teknologi juga merosot 0,42 persen. Tekanan juga terasa di sektor properti yang turun 0,31 persen, sektor keuangan melemah 0,22 persen, sektor transportasi merosot 0,09 persen, dan sektor industrial terkikis tipis 0,01 persen.
Namun, di tengah gelombang merah yang melanda, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan penguatan. Sektor siklikal memimpin dengan kenaikan impresif 2,26 persen. Disusul oleh sektor bahan baku yang meningkat 1,17 persen, serta sektor energi yang mampu menguat 0,39 persen, memberikan sedikit harapan di tengah kelesuan pasar.
Pergerakan saham individual juga menarik perhatian investor. Saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan ini antara lain PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh emiten konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (CUAN).
