Faktual News – Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai sentimen negatif pada penutupan perdagangan Selasa (31/3). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan, merosot 0,61 persen ke level 7.048,22 poin. Koreksi ini membuat investor memantau pergerakan pasar dengan kewaspadaan di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan hari itu didominasi oleh saham-saham yang terkoreksi. Tercatat sebanyak 406 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 262 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 174 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan signifikan. Total nilai transaksi mencapai Rp14,97 triliun, dengan 27,26 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,74 juta kali frekuensi. Angka ini mencerminkan volume perdagangan yang cukup aktif meskipun pasar cenderung lesu.

Pelemahan tidak hanya menimpa IHSG, namun juga merambat ke indeks-indeks acuan lainnya di dalam negeri. Indeks IDX30 turun tipis 0,03 persen menjadi 388,56, diikuti oleh Sri-Kehati yang merosot 0,34 persen ke 343,50. Indeks saham berkapitalisasi besar LQ45 juga tak luput dari koreksi, melemah 0,23 persen ke 715,81, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) terpangkas 0,21 persen menjadi 478,45.
Secara sektoral, mayoritas sektor industri turut merasakan dampak pelemahan ini. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan signifikan 4,60 persen. Disusul oleh sektor energi yang merosot 2,75 persen, sektor teknologi melemah 1,31 persen, dan sektor industrial turun 1,20 persen. Sektor keuangan, infrastruktur, dan siklikal juga mencatatkan koreksi masing-masing 0,53 persen, 0,46 persen, dan 0,45 persen, menandakan tekanan yang merata di berbagai lini bisnis.
Namun, di tengah gelombang merah, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan menguat, memberikan sedikit harapan bagi pasar. Sektor non-siklikal memimpin dengan kenaikan 1,48 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang meningkat 0,62 persen. Sektor properti juga berhasil menguat 0,49 persen, dan sektor bahan baku naik 0,43 persen, menunjukkan bahwa tidak semua sektor terpengaruh secara seragam oleh sentimen negatif.
Di daftar saham-saham unggulan, PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menjadi top gainers hari itu, menarik perhatian investor dengan kenaikan signifikan. Sebaliknya, saham-saham yang paling tertekan dan masuk kategori top losers adalah PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).
Sementara itu, dari sisi aktivitas perdagangan, saham-saham yang paling sering diperdagangkan dan mencatat volume transaksi tinggi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Minat investor pada ketiga emiten ini tetap tinggi, meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan pelemahan. Editor: Yulian Saputra

