Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I pada Selasa (5/3) dengan performa yang memukau, melaju kencang ke level 7.703,79. Angka ini menandai penguatan signifikan sebesar 1,67 persen dari posisi pembukaan di 7.577,06, menunjukkan optimisme pasar yang membara di tengah dinamika ekonomi global.
Data statistik dari RTI Business mencatat aktivitas perdagangan yang sangat bergairah. Sebanyak 19,89 miliar lembar saham berpindah tangan, membukukan total nilai transaksi fantastis sebesar Rp10,02 triliun. Frekuensi perdagangan juga tak kalah ramai, mencapai 1,25 juta kali transaksi, mengindikasikan partisipasi investor yang luas dan aktif.
Sentimen positif mendominasi lantai bursa, tercermin dari pergerakan saham secara keseluruhan. Mayoritas saham berhasil unjuk gigi di zona hijau, dengan 607 saham menguat. Angka ini jauh melampaui 115 saham yang terkoreksi, sementara 95 saham lainnya memilih untuk tetap stagnan, menunjukkan kekuatan fundamental pasar yang solid.
Tak ada satu pun sektor yang absen dari euforia penguatan ini. Seluruh sektor kompak melaju, dipimpin oleh sektor siklikal yang melonjak 4,42 persen. Diikuti ketat oleh sektor industrial yang meningkat 2,74 persen dan sektor bahan baku yang menguat 2,60 persen. Sektor properti dan keuangan juga tak mau ketinggalan, masing-masing naik 1,73 persen dan 1,68 persen, sementara sektor infrastruktur turut mengerek indeks dengan kenaikan 1,64 persen.
Gelombang positif juga merambah sektor-sektor lainnya. Sektor kesehatan naik 1,50 persen, sektor non-siklikal meningkat 1,40 persen, dan sektor energi menguat 1,39 persen. Bahkan sektor teknologi dan transportasi yang seringkali menjadi barometer sentimen, ikut serta dalam pesta penguatan dengan kenaikan masing-masing 1,08 persen dan 0,60 persen.
Kiprah positif IHSG ini sejalan dengan tren penguatan di bursa-bursa Asia lainnya. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,04 persen, Nikkei 225 Tokyo melesat 2,36 persen, dan Shanghai Composite Index China turut menikmati gelombang optimisme dengan penguatan 0,98 persen. Konsistensi penguatan di pasar regional ini semakin memperkuat keyakinan investor terhadap prospek pasar modal global.
