Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TASPEN Buka Rahasia Jaminan Sosial Dunia Tercengang

    27-08-2026 - 05.20

    BNI WondrX 2026 Pecahkan Rekor Transaksi Fantastis

    27-08-2026 - 02.20

    Pertamina Eco RunFest 2026 Ubah Sampah Jadi Berkah

    26-08-2026 - 21.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • TASPEN Buka Rahasia Jaminan Sosial Dunia Tercengang
    • BNI WondrX 2026 Pecahkan Rekor Transaksi Fantastis
    • Pertamina Eco RunFest 2026 Ubah Sampah Jadi Berkah
    • Purbaya: Dana Karhutla Bebas Asal Tak Markup
    • Monster Truk Hot Wheels Live Bikin Jakarta Gempar
    • Mega Proyek PLTS Dibuka Jika Sepi Ini Pelakunya
    • Prabowo Guncang Energi Nasional PLTS 100 GWp
    • Raksasa Amerika Terancam di China Ada Apa
    Faktual News
    Home - Market - IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!
    Market

    IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!

    01-03-2026 - 14.2003 Mins Read0
    ihsg di tengah badai geopolitik ancaman amp peluang emas

    Faktual News – Gejolak geopolitik di Timur Tengah, menyusul potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, kini menjadi sorotan utama yang berpotensi mengguncang stabilitas pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia tak luput dari ancaman volatilitas dalam jangka pendek, demikian peringatan dari seorang analis pasar terkemuka.

    Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menegaskan bahwa ketegangan ini secara inheren akan memicu fluktuasi tajam pada IHSG. Menurutnya, koreksi harga yang wajar dan fase konsolidasi bearish merupakan respons alamiah pasar terhadap sentimen negatif global yang kuat. "Jelas akan memicu volatilitas bagi IHSG. Akan ada koreksi wajar dan fase konsolidasi bearish dalam jangka pendek," ungkap Nafan saat dihubungi Faktual News baru-baru ini.

    IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!
    Gambar Istimewa : ichef.bbci.co.uk

    Kendati demikian, Nafan melihat sisi lain dari gejolak ini: sebuah jendela peluang bagi investor cerdas. Saat pasar terkoreksi, banyak saham berkualitas tinggi yang berpotensi "didiskon" harganya. Ia menyarankan investor untuk jeli mencermati emiten dengan fundamental yang kokoh dan prospek bisnis yang menjanjikan. Sektor energi dan komoditas berbasis logam dasar, khususnya, diproyeksikan menjadi pilihan defensif yang menarik. Kenaikan harga energi global dapat mendongkrak keuntungan emiten minyak dan gas, sementara lonjakan permintaan terhadap emas dan logam mulia lainnya berpotensi mengangkat kinerja saham-saham pertambangan logam.

    Lebih lanjut, Nafan menyoroti dampak konflik ini terhadap pasokan minyak global. Ketidakpastian membayangi distribusi energi strategis dunia, terutama mengingat ancaman Iran terhadap jalur-jalur vital. "Konflik ini pasti meningkatkan ketidakpastian terhadap pasokan minyak global. Jika harga minyak dunia naik, otomatis akan mendorong inflasi global," tegasnya. Ia menambahkan, Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menjadi titik krusial. Gangguan pada jalur ini akan serta-merta memicu lonjakan harga energi yang sulit dibendung.

    Bagi Indonesia, sebagai negara net importir minyak, lonjakan harga energi global adalah kabar buruk. Potensinya untuk memperlebar defisit neraca perdagangan dan memicu inflasi domestik sangat nyata. Peningkatan biaya energi dan logistik akan secara langsung menggerus daya beli masyarakat dan menekan margin keuntungan sektor usaha. Kondisi ini juga memperkuat argumen bagi Bank Sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer), guna menahan laju inflasi dan mencegah arus modal keluar (capital outflow) yang masif menuju aset safe haven seperti emas dan perak.

    Imbasnya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah pun menjadi tak terelakkan. Pelemahan mata uang Garuda ini berpotensi memicu inflasi impor dan memperberat beban pembayaran utang luar negeri. Namun, di tengah bayang-bayang tantangan ini, Nafan tetap menyuarakan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi nasional masih mampu bertahan di kisaran 5 persen, didukung oleh konsumsi domestik yang solid. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut saya masih bisa bertahan di sekitar 5 persen karena konsumsi domestik relatif kuat. Namun kita harus bersiap menghadapi kenaikan harga energi dan tekanan inflasi," pungkasnya.

    Oleh karena itu, bagi investor, disiplin dalam manajemen risiko dan analisis fundamental menjadi kunci. Nafan juga mengingatkan untuk memanfaatkan setiap momentum positif, seperti potensi perundingan damai atau gencatan senjata, yang dapat memulihkan sentimen pasar secara signifikan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      TASPEN Buka Rahasia Jaminan Sosial Dunia Tercengang

      27-08-2026 - 05.20

      BNI WondrX 2026 Pecahkan Rekor Transaksi Fantastis

      27-08-2026 - 02.20

      Pertamina Eco RunFest 2026 Ubah Sampah Jadi Berkah

      26-08-2026 - 21.20

      Purbaya: Dana Karhutla Bebas Asal Tak Markup

      26-08-2026 - 18.20

      Monster Truk Hot Wheels Live Bikin Jakarta Gempar

      26-08-2026 - 14.20

      Mega Proyek PLTS Dibuka Jika Sepi Ini Pelakunya

      26-08-2026 - 08.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • TASPEN Buka Rahasia Jaminan Sosial Dunia Tercengang
      • BNI WondrX 2026 Pecahkan Rekor Transaksi Fantastis
      • Pertamina Eco RunFest 2026 Ubah Sampah Jadi Berkah
      • Purbaya: Dana Karhutla Bebas Asal Tak Markup
      • Monster Truk Hot Wheels Live Bikin Jakarta Gempar

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.