Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas, Hanya Sektor Ini yang Selamat!
Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif yang cukup kuat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi dengan koreksi signifikan, anjlok 1,37 persen dan parkir di level 8.280,83. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sebelumnya, dari posisi 8.396,08.
Data dari RTI Business menggambarkan kondisi pasar yang didominasi tekanan jual. Tercatat, mayoritas saham, yakni 567 emiten, mengalami koreksi harga. Hanya 153 saham yang berhasil menguat, sementara 99 lainnya stagnan tanpa perubahan. Aktivitas transaksi cukup tinggi, dengan total 60,76 miliar saham berpindah tangan dalam 3,41 juta frekuensi, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp29,57 triliun.
Gelombang koreksi tidak hanya menerpa IHSG, melainkan juga menyeret seluruh indeks acuan domestik lainnya. Indeks IDX30 merosot 0,73 persen ke 441,59, diikuti LQ45 yang tergerus 1,20 persen menjadi 837,63. Indeks Sri-Kehati dan JII juga tak luput dari tekanan, masing-masing turun 0,62 persen ke 386,21 dan 1,52 persen ke 563,84.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor membukukan kinerja negatif yang mencolok. Sektor energi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam 3,50 persen. Disusul oleh sektor siklikal yang anjlok 3,12 persen, infrastruktur 2,29 persen, properti 2,19 persen, dan industrial 1,89 persen. Sektor teknologi (-1,77%), non-siklikal (-1,41%), kesehatan (-1,24%), bahan baku (-1,23%), dan transportasi (-1,00%) juga ikut terperosok dalam zona merah.
Di tengah kepungan sentimen negatif yang melanda hampir seluruh lini, sektor keuangan tampil sebagai satu-satunya penyelamat. Sektor ini berhasil menguat 1,02 persen, memberikan secercah harapan di tengah pasar yang memerah. Salah satu penopang utama adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang perkasa naik 1,90 persen, menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar.
Beberapa saham yang menjadi sorotan pada hari itu termasuk PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) yang masuk daftar top gainers. Sementara itu, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) harus menerima predikat top losers. Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendominasi volume transaksi.
Kondisi pasar yang bergejolak ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor. Meskipun ada sektor yang mampu bertahan, tekanan jual yang masif mengindikasikan adanya sentimen negatif yang kuat di pasar. Analis pasar akan mencermati lebih lanjut faktor-faktor pendorong di balik koreksi masif ini untuk memprediksi arah pergerakan pasar ke depan.
