Faktual News – Mata uang Garuda menunjukkan sinyal positif di awal perdagangan Jumat (13/2/2026), dengan nilai tukar rupiah yang berhasil menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap keputusan Federal Reserve (The Fed) mengenai suku bunga acuan, yang diproyeksikan akan stabil untuk sementara waktu, namun menyimpan potensi kejutan di masa depan.
Pada pembukaan pasar, rupiah tercatat di level Rp16.826 per dolar AS, sedikit menguat 0,01 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.828 per dolar AS. Kenaikan yang tipis ini mencerminkan dinamika pasar yang masih menimbang berbagai faktor ekonomi global dan domestik, termasuk data-data penting dari ekonomi AS.

Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. Data ini sangat krusial sebagai indikator tekanan inflasi dan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Lebih lanjut, Andry menjelaskan bahwa ekspektasi pasar cukup kuat bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Maret 2026.
"Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan Maret, dengan dua penurunan suku bunga yang diharapkan tahun ini, satu pada bulan Juni dan satu lagi pada bulan September," ungkap Andry, Jumat (13/2/2026), menggarisbawahi proyeksi penurunan suku bunga sebanyak dua kali di tahun ini yang menjadi harapan banyak investor.
Di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang beragam. Klaim pengangguran awal pada pembacaan pertama Februari sedikit menurun 5.000 dari minggu sebelumnya, mencapai 227.000. Meskipun ada penurunan, angka ini masih sedikit di atas ekspektasi pasar yang berada di 222.000, bahkan mendekati level tertinggi delapan minggu dari periode sebelumnya yang telah direvisi naik.
Selain itu, klaim pengangguran berkelanjutan juga tercatat meningkat signifikan sebesar 21.000, mencapai 1.862.000 pada Januari 2026. Kenaikan ini terjadi setelah sempat menyentuh level terendah sejak September 2024. Andry Asmoro menjelaskan, "Peningkatan tersebut tetap dikaitkan dengan gangguan bisnis menyusul serangkaian badai musim dingin di berbagai wilayah negara, yang mendorong rumah tangga untuk mengajukan tunjangan pengangguran."
Untuk pergerakan rupiah sepanjang hari ini, Andry Asmoro memproyeksikan mata uang domestik akan bergerak dalam rentang yang relatif stabil. "Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.766 dan Rp16.860 per dolar AS," tutupnya, memberikan gambaran kisaran perdagangan yang diperkirakan di tengah sentimen pasar yang berhati-hati namun optimistis.

