Faktual News , Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), yang dikenal luas sebagai WIKA Beton, berhasil menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan manufaktur beton pracetak terkemuka ini sukses membukukan perolehan kontrak baru yang mencapai angka fantastis, yakni Rp4 triliun. Capaian impresif ini mengukuhkan posisi WIKA Beton sebagai pemain kunci di industri konstruksi nasional dan global.
Yushadi, Sekretaris Perusahaan WTON, menjelaskan bahwa lonjakan kontrak baru ini merupakan buah dari strategi optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus yang dimiliki perseroan. Selain itu, keterlibatan aktif dalam berbagai proyek strategis, baik di pasar domestik maupun internasional, turut menjadi pendorong utama. "Kontribusi omzet kontrak baru ini didominasi oleh pelanggan dari sektor swasta," ungkap Yushadi, dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis, 5 Februari 2026.
Secara rinci, komposisi perolehan kontrak baru menunjukkan dominasi sektor swasta dengan porsi sebesar 54,85 persen. Disusul oleh proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,65 persen, Kerja Sama Operasi (KSO) atau Joint Operation (JO) sebesar 18,33 persen, serta kontribusi dari WIKA dan afiliasinya sebesar 5,17 persen. Struktur pelanggan yang terdiversifikasi ini menunjukkan adaptabilitas dan jangkauan pasar WIKA Beton yang luas.
Dari perspektif geografis, pasar domestik tetap menjadi tulang punggung bisnis WIKA Beton, menyumbang kontribusi signifikan sebesar 95,4 persen. Namun, perseroan juga semakin aktif menancapkan kukunya di pasar global, dengan proyek luar negeri menyumbang 4,6 persen. Beberapa proyek strategis yang berhasil diraih antara lain sistem perkeretaapian dan pekerjaan jalur (trackwork) pada Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A di dalam negeri, serta proyek Metro Manila Subway di Filipina yang menegaskan penguatan posisi WIKA Beton di panggung internasional.
Portofolio proyek WIKA Beton juga tersebar luas di berbagai sektor, dengan infrastruktur sebagai kontributor terbesar. Sektor ini menyumbang 56,35 persen dari perolehan omzet kontrak baru. Selanjutnya, sektor industri berkontribusi 15,85 persen, properti 11,63 persen, kelistrikan 11,39 persen, tambang 3,73 persen, dan energi 1,05 persen. Diversifikasi ini menunjukkan ketahanan bisnis WIKA Beton terhadap fluktuasi di satu sektor tertentu, sekaligus memperluas peluang pertumbuhan.
Pencapaian kinerja yang solid ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan eksekusi WIKA Beton, tetapi juga mengukuhkan fondasi bisnis yang berkelanjutan. Melalui diversifikasi portofolio dan ekspansi geografis, WIKA Beton terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri konstruksi yang dinamis.
Menatap masa depan, WIKA Beton, sebagai bagian integral dari ekosistem Danantara dan BUMN, berkomitmen kuat pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perseroan berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu wujud komitmen ini adalah pengembangan produk sumur resapan segmental yang ramah lingkungan. Produk inovatif ini telah diaplikasikan dalam solusi hunian WIKA Beton Home (WHOME) yang mendukung Program 3 Juta Rumah, hunian tetap pascabencana, serta proyek pembangunan pusat data di Batam, menunjukkan dedikasi WIKA Beton terhadap solusi konstruksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Editor: Yulian Saputra
