IHSG Loyo! Cuma Sektor Ini yang Mampu Bertahan?
Faktual News – Bursa saham domestik kembali menunjukkan performa lesu pada perdagangan 5 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari dengan koreksi signifikan, merosot 0,53 persen ke level 8.103,87. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan dari posisi penutupan sebelumnya di 8.146,71, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar ke depan.
Data dari RTI Business menggambarkan dominasi sentimen negatif di pasar. Tercatat, sebanyak 349 saham harus rela terkoreksi, jauh melampaui 299 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 172 saham lainnya tetap stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan total 35,98 miliar saham berpindah tangan dalam 2,54 juta kali frekuensi, menghasilkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp20,05 triliun.
Kelesuan pasar tidak hanya menimpa IHSG. Mayoritas indeks acuan lainnya di dalam negeri juga ikut terjerembab ke zona merah. Indeks IDX30 turun 0,15 persen menjadi 432,59, disusul LQ45 yang terkoreksi 0,41 persen ke 829,36, dan JII yang melemah 0,32 persen ke 543,51. Di tengah gelombang merah ini, hanya indeks Sri-Kehati yang mampu berdiri tegak dengan penguatan 0,37 persen, mencapai 385,80.
Peta pergerakan sektoral juga didominasi warna merah, mencerminkan tekanan jual yang merata di berbagai lini bisnis. Sektor industrial menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 1,35 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang anjlok 1,23 persen, sektor energi 1,20 persen, dan sektor teknologi 1,19 persen. Sektor siklikal juga tak luput dari koreksi 0,99 persen. Penurunan berlanjut ke sektor bahan baku (-0,87%), properti (-0,84%), kesehatan (-0,78%), transportasi (-0,18%), hingga sektor keuangan yang melemah tipis 0,11 persen.
Di tengah badai koreksi, hanya satu sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif: sektor non-siklikal. Sektor ini menguat 0,79 persen, berkat dorongan signifikan dari saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak impresif 7,80 persen, menjadi penopang utama di tengah sentimen negatif pasar.
Beberapa saham menjadi sorotan di tengah fluktuasi pasar. Di jajaran top gainers, nama PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) memimpin penguatan. Sebaliknya, saham-saham seperti PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) harus merasakan tekanan jual paling dalam, menempatkan mereka di daftar top losers. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari.
