Faktual News – Dunia pasar modal Indonesia kembali diwarnai dinamika kepemimpinan. Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini secara resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi pucuk pimpinan bursa setelah pengunduran diri Iman Rachman.
Informasi penting ini disampaikan oleh Sunandar, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI. Ia mengonfirmasi bahwa keputusan penunjukan Jeffrey Hendrik telah diambil pada hari Jumat lalu. "Pak Jeffry. (Kapan?) waktu hari Jumat langsung," ujar Sunandar kepada awak media di Jakarta, 3 Februari 2026. Namun, Sunandar menambahkan bahwa proses peresmian penunjukan Jeffrey masih menanti rampungnya mekanisme pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan tersebut.
Meski demikian, Jeffrey Hendrik sendiri masih memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait penunjukan dirinya. Saat ditemui usai kegiatan dialog Pelaku Pasar Modal pada Minggu, 1 Februari 2026, ia hanya berujar singkat, "Tunggu pengumumannya saja ya." Sikap kehati-hatian ini wajar mengingat proses administratif yang masih harus diselesaikan.
Penunjukan Pjs Dirut BEI ini berlandaskan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek. Aturan tersebut secara jelas menyatakan bahwa jika jabatan Direktur Utama BEI lowong, salah satu anggota direksi wajib ditunjuk sebagai pejabat sementara. Penunjukan ini dilakukan berdasarkan keputusan direksi bursa efek dan memerlukan persetujuan dari dewan komisaris, untuk melaksanakan tugas dan wewenang direktur utama hingga pengganti definitif diangkat.
Sebelumnya, santer beredar kabar bahwa pengumuman Pjs Dirut BEI akan dilakukan sebelum perdagangan Senin, 2 Februari 2026. Namun, hingga Selasa, 3 Februari 2026, informasi resmi terkait posisi orang nomor satu di BEI tersebut belum juga dirilis secara gamblang. Dengan penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs, diharapkan stabilitas operasional BEI tetap terjaga sembari menunggu proses penetapan direktur utama definitif selesai.
