Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

    12-10-2026 - 08.20

    Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

    12-10-2026 - 05.20

    UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

    11-10-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
    • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
    • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
    • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
    • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI
    • Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika
    • BRI Jadi Raja Merek Paling Berharga di Indonesia
    • RI Mesir Pererat Hubungan Strategis
    Faktual News
    Home - Market - IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    Market

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini

    22-01-2026 - 05.2002 Mins Read2
    ihsg rekor investor wajib waspada jebakan ini

    Faktual News Jakarta – Euforia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di level 9.174,47 pada 20 Januari 2026, menghadirkan kewaspadaan bagi para investor. Setelah reli panjang, IHSG terkoreksi 1,36% ke level 9.010,33 pada 21 Januari 2026, memicu peringatan akan potensi jebakan psikologis.

    Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), mengingatkan investor untuk mewaspadai fear of missing out (FOMO), overconfidence, dan performance chasing yang kerap muncul saat pasar mencapai ATH. Bias perilaku ini berpotensi menggerus keuntungan investasi akibat keputusan buy high, sell low.

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Agen penjual reksa dana juga mengingatkan bahwa market timing sulit bahkan bagi profesional, strategi yang lebih andal adalah investasi berkala (Dollar Cost Averaging/DCA) dan diversifikasi lintas aset, terutama saat emosi memanas," ujar Dimas dalam risetnya.

    Dimas menekankan pentingnya disiplin alokasi aset dan time in the market. Melewatkan hari-hari terbaik pasar dapat berdampak signifikan pada penurunan imbal hasil investasi. Rebound pasar seringkali terjadi dengan cepat, sehingga absen pada momen krusial dapat memangkas potensi keuntungan secara drastis.

    ATH, menurut Dimas, bukanlah sinyal otomatis untuk menjual. Sebaliknya, koreksi pasar juga bukan serta merta menjadi sinyal untuk membeli tanpa analisis yang matang.

    "Pemahaman perbedaan metodologi indeks, kesadaran akan bias perilaku, dan komitmen pada proses DCA, diversifikasi, rebalancing adalah kunci menerjemahkan rekor pasar menjadi hasil investasi yang lebih konsisten," tegas Dimas.

    Diversifikasi lintas aset dan strategi, termasuk kombinasi saham berkapitalisasi besar, obligasi, dan pasar uang sesuai profil risiko, menjadi kunci penting. Strategi DCA membantu investor menghindari overtrading dan menormalkan harga masuk saat euforia pasar. Sementara itu, rebalancing berkala berfungsi mengamankan sebagian keuntungan dari aset yang telah melonjak dan mengalihkan dana ke aset yang kinerjanya tertinggal.

    Investor juga perlu memahami dispersi, yaitu perbedaan kinerja antara IHSG, LQ45, dan reksa dana saham. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan komposisi dan metodologi indeks, bukan kegagalan strategi investasi. Ketika pasar berotasi dari saham high momentum ke saham quality atau blue chips, selisih kinerja tersebut berpotensi menyempit kembali.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

      12-10-2026 - 08.20

      Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

      12-10-2026 - 05.20

      UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 21.55

      Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika

      11-10-2026 - 21.20

      Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      11-10-2026 - 18.55

      Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
      • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
      • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
      • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
      • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.