Faktual.news – Dunia industri baja global saat ini tidak bisa lepas dari nama besar Lakshmi Mittal. Pria kelahiran India ini telah berhasil mengubah peta persaingan industri logam dunia melalui strategi bisnis yang sangat agresif. Melalui perusahaan raksasa ArcelorMittal, Mittal tidak hanya sekadar menjadi pemain, melainkan telah mengukuhkan posisinya sebagai produsen baja terbesar di planet ini.
Kesuksesan fenomenal yang diraih Mittal berbanding lurus dengan lonjakan kekayaannya. Berdasarkan data terbaru dari Forbes, kekayaan bersih pria ini diperkirakan telah menembus angka US$29,2 miliar atau jika dikonversi ke mata uang rupiah mencapai sekitar Rp529 triliun. Angka fantastis ini menempatkan Mittal dalam jajaran 75 orang terkaya di dunia.

Menariknya, kejayaan yang dinikmati Mittal saat ini memiliki akar sejarah yang sangat dekat dengan Indonesia. Jauh sebelum menjadi penguasa pasar global, Mittal memulai langkah besarnya dengan merintis sebuah pabrik baja di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada tahun 1976, ia mendirikan PT Ispat Indo di Sidoarjo, sebuah langkah berani yang menjadi fondasi utama bagi kerajaan bisnisnya di masa depan.
Perjalanan hidup Mittal jauh dari kesan mewah. Lahir pada 15 Juni 1950 di Rajasthan, India, ia tumbuh dalam keluarga Marwari yang hidup dalam kesederhanaan. Ia tumbuh besar dalam rumah besar yang dihuni oleh 20 anggota keluarga, di mana mereka masih menggunakan tungku api terbuka untuk memasak dan tidur di atas dipan tali. Namun, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan ambisinya.
Mittal dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Saat mencoba menempuh pendidikan tinggi, ia sempat mengalami kendala komunikasi karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris. Namun, dengan tekad kuat, ia berhasil membuktikan kemampuannya hingga lulus dengan predikat terbaik dari St. Xavier’s College, Universitas Calcutta.
Strategi bisnis Mittal sangat khas: ia memiliki kemampuan luar biasa dalam melakukan restrukturisasi perusahaan. Ia sering kali membeli perusahaan baja yang sedang mengalami krisis atau kerugian besar, kemudian mengirimkan tim manajemen khusus untuk membenahi operasionalnya hingga kembali menguntungkan. Salah satu keberhasilan terbesarnya adalah akuisisi Arcelor senilai US$33 miliar pada tahun 2006, yang melahirkan raksasa ArcelorMittal.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan ArcelorMittal telah beralih ke tangan putranya, Aditya Mittal, yang menjabat sebagai CEO sejak Februari 2021. Sementara itu, Lakshmi Mittal tetap memegang kendali strategis sebagai executive chairman. Meski telah menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia, Mittal dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup, meskipun gaya hidup mewahnya melalui pembelian properti bernilai triliunan rupiah sering kali menjadi sorotan media.


