Faktual.news – Upaya pemulihan fasilitas pendidikan pasca-tragedi ambruknya gedung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny kini memasuki babak baru. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah bergerak cepat melakukan pembangunan kembali kompleks pesantren yang terletak di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tersebut. Proyek besar ini merupakan respons pemerintah terhadap insiden robohnya bangunan tiga lantai di lokasi tersebut pada September 2025 silam.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur pendidikan yang mumpuni adalah prioritas utama. Menurutnya, fasilitas yang layak bukan sekadar bangunan fisik, melainkan elemen krusial dalam mendukung efektivitas proses belajar-mengajar serta pembentukan karakter sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Melalui pembangunan ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan santri dapat kembali meningkat dengan dukungan sarana yang lebih modern dan aman.

Rancangan bangunan baru ini jauh lebih megah dan terintegrasi dibandingkan sebelumnya. Proyek ini mencakup pembangunan gedung asrama santri serta ruang pendidikan yang memiliki ketinggian lima lantai. Tak hanya itu, pusat kegiatan spiritual juga diperkuat dengan pembangunan masjid megah setinggi empat lantai. Konsep desainnya mengusung integrasi antara tempat tinggal, area edukasi, dan ruang pembinaan spiritual dalam satu kawasan yang harmonis.
Secara kapasitas, kompleks pesantren yang berdiri di atas lahan seluas 4.100 meter persegi ini dirancang untuk menampung hingga 929 orang. Jumlah tersebut mencakup para santri dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah, serta para ustaz yang bertugas. Untuk mendukung kegiatan akademik, ruang belajar yang disediakan memiliki kapasitas total mencapai 792 orang, sebuah angka yang cukup signifikan untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.
Salah satu ikon utama dari proyek ini adalah masjid empat lantai yang menjadi jantung kegiatan ibadah. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Gusti Agung Ari Wibowo, merinci bahwa masjid ini mampu menampung hingga 1.160 jemaah. Distribusi kapasitasnya diatur sedemikian rupa, di mana lantai pertama dapat menampung 302 jemaah, sementara lantai kedua hingga lantai keempat masing-masing mampu menampung 286 jemaah.
Demi menjamin keamanan dan ketahanan bangunan jangka panjang, Kementerian PU menerapkan standar teknis yang sangat ketat. Pembangunan ini didasarkan pada dokumen Detail Engineering Design (DED) yang komprehensif. Perencanaan mencakup struktur fondasi yang kuat menggunakan tiang pancang dan pile cap, struktur atas, aspek arsitektur, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP) yang modern.
Saat ini, proyek yang telah dimulai sejak Desember 2025 tersebut menunjukkan progres yang sangat positif, dengan capaian konstruksi mencapai angka 98,77 persen. Kementerian PU menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan, termasuk tahap pengujian dan commissioning untuk memastikan kelayakan teknis, dapat rampung sepenuhnya pada Desember 2026. Dengan demikian, fasilitas pendidikan dan ibadah ini dapat segera digunakan secara maksimal oleh seluruh warga pesantren.


