Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan

    23-10-2026 - 10.55

    Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini

    23-10-2026 - 10.20

    Strategi Jaga Kelas Menengah

    23-10-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan
    • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini
    • Strategi Jaga Kelas Menengah
    • Targetkan 25 Juta Warga Punya Rekening Bank
    • Proyek Data Center AI Wajib Mandiri Energi
    • Nasib Petani Kecil Terancam Miskin
    • Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab
    • Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Jaga Kelas Menengah
    Market

    Strategi Jaga Kelas Menengah

    23-10-2026 - 08.5502 Mins Read0
    strategi jaga kelas menengah

    Faktual.news – Ekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait kualitas pertumbuhan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepala Ekonom PT Permata Bank Tbk, Josua Pardede, menekankan pentingnya pemerintah untuk lebih selektif dalam menyalurkan insentif fiskal. Ia menyarankan agar pemerintah memprioritaskan pemberian insentif kepada sektor usaha padat karya guna menjaga stabilitas daya beli kelompok kelas menengah yang saat ini mulai rentan.

    Menurut Josua, terdapat pergeseran tren ekonomi yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu poin krusial adalah melambatnya pertumbuhan pendapatan riil masyarakat pascapandemi. Jika sebelum pandemi pertumbuhan pendapatan riil mampu menyentuh angka di atas 5 persen, kini tren tersebut merosot ke bawah angka 5 persen. Kondisi ini diperparah dengan arah investasi yang kini lebih banyak mengalir ke sektor jasa dan sektor padat modal.

    Strategi Jaga Kelas Menengah
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sektor padat modal memang memberikan kontribusi pada angka pertumbuhan ekonomi, namun sektor tersebut tidak memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap tenaga kerja secara masif dibandingkan sektor padat karya. Hal ini menciptakan risiko struktural, di mana pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang merata.

    "Pemerintah perlu mengarahkan dukungan atau insentif kepada sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Ini penting agar pendapatan masyarakat kelas menengah tetap terjaga," ujar Josua dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 di Jakarta.

    Ia mengingatkan bahwa fokus pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada angka pertumbuhan ekonomi semata. Kualitas pertumbuhan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kuantitas. Jika daya beli kelas menengah terus tertekan, dikhawatirkan akan terjadi penurunan status ekonomi masyarakat, di mana kelompok kelas menengah bisa merosot masuk ke dalam kelompok masyarakat miskin.

    Membahas proyeksi ekonomi ke depan, Josua memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2026 hingga 2027 akan tetap tangguh di kisaran 5,2 hingga 5,3 persen. Meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian, fondasi ekonomi domestik dinilai masih cukup kuat untuk menopang angka tersebut.

    Terkait kebijakan moneter, Josua memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan berada di kisaran 6 persen pada akhir tahun 2027. Hal ini membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk kembali melakukan pengetatan kebijakan moneter, tergantung pada dinamika inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta biaya pembiayaan di pasar.

    Ia juga memperkirakan inflasi akan tetap terkendali di level 3 persen. Namun, stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi agar biaya pembiayaan tidak melonjak dan mengganggu stabilitas ekonomi domestik.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan

      23-10-2026 - 10.55

      Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini

      23-10-2026 - 10.20

      Targetkan 25 Juta Warga Punya Rekening Bank

      23-10-2026 - 08.20

      Proyek Data Center AI Wajib Mandiri Energi

      23-10-2026 - 05.55

      Nasib Petani Kecil Terancam Miskin

      23-10-2026 - 05.20

      Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab

      23-10-2026 - 02.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan
      • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini
      • Strategi Jaga Kelas Menengah
      • Targetkan 25 Juta Warga Punya Rekening Bank
      • Proyek Data Center AI Wajib Mandiri Energi

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.