Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan

    14-10-2026 - 14.20

    Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi

    14-10-2026 - 12.55

    Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh

    14-10-2026 - 12.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan
    • Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi
    • Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh
    • Krisis BBM Bali Bikin Antrean Mengular
    • Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
    • Nasib Guru Terancam Akibat Tunjangan Macet
    • Mengapa Penerimaan Negara Kita Kalah Saing
    • Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis
    Faktual News
    Home - Market - Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh
    Market

    Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh

    14-10-2026 - 12.2002 Mins Read0
    misteri gelombang phk dan polemik upah buruh

    Faktual.news – Isu mengenai kenaikan upah minimum yang dianggap sebagai pemicu utama gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan penutupan perusahaan akhirnya mendapat tanggapan keras dari pihak pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus tokoh Partai Buruh, Said Iqbal, secara tegas membantah narasi bahwa kenaikan upah adalah penyebab utama rapuhnya industri padat karya di Indonesia.

    Menurut Said Iqbal, menyalahkan kenaikan upah sebagai satu-satunya alasan perusahaan gulung tikar adalah pandangan yang tidak lengkap dan cenderung menyederhanakan masalah. Ia menjelaskan bahwa sektor industri saat ini tengah menghadapi tekanan multifaktor yang jauh lebih kompleks. Beberapa faktor krusial yang menjadi penyebab utama adalah melemahnya permintaan ekspor di pasar global, lonjakan biaya energi, serta biaya produksi yang terus membengkak.

    Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Selain itu, Said menyoroti penurunan daya beli masyarakat domestik yang berdampak langsung pada omzet perusahaan. Ia juga menyebut adanya tren di mana perusahaan induk memilih untuk memindahkan basis produksinya ke negara lain. "Persoalan industri padat karya tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kenaikan upah," tegas Said dalam keterangan resminya.

    Sebagai solusi, KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan upah minimum untuk tahun 2027 di kisaran 7,5 hingga 9,5 persen. Angka ini diusulkan dengan mempertimbangkan variabel inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta penggunaan indeks tertentu pada batas tertinggi dalam formula pengupahan. Menurutnya, kenaikan upah justru diperlukan untuk memulihkan daya beli pekerja yang selama ini tergerus.

    Said juga menekankan bahwa kenaikan upah harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional (overhead cost). Ia meminta pemerintah dan pengusaha untuk lebih fokus membenahi komponen biaya usaha lainnya, seperti biaya logistik yang tinggi, kerumitan layanan kepabeanan, beban perpajakan, hingga pemberantasan pungutan liar dan praktik korupsi yang selama ini membebani dunia usaha.

    Lebih lanjut, pihak buruh menuntut agar pemerintah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) pada 1 November 2026. Mereka juga mendesak agar upah minimum sektoral memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan upah minimum umum di wilayah yang sama.

    Untuk memastikan aspirasi ini didengar, KSPI dan Partai Buruh telah merencanakan aksi massa bergelombang di 38 provinsi Indonesia. Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 30 Oktober 2026. Gerakan ini akan difokuskan pada pemerintah daerah guna mengawal proses penetapan upah minimum di masing-masing wilayah agar tetap berpihak pada kesejahteraan pekerja.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan

      14-10-2026 - 14.20

      Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi

      14-10-2026 - 12.55

      Krisis BBM Bali Bikin Antrean Mengular

      14-10-2026 - 10.55

      Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

      14-10-2026 - 10.20

      Nasib Guru Terancam Akibat Tunjangan Macet

      14-10-2026 - 08.55

      Mengapa Penerimaan Negara Kita Kalah Saing

      14-10-2026 - 08.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan
      • Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi
      • Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh
      • Krisis BBM Bali Bikin Antrean Mengular
      • Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.