Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur

    13-10-2026 - 18.20

    Prabowo Siapkan HP Gratis untuk Rakyat

    13-10-2026 - 16.55

    Rupiah Menguat ke Level Rp17.900

    13-10-2026 - 16.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur
    • Prabowo Siapkan HP Gratis untuk Rakyat
    • Rupiah Menguat ke Level Rp17.900
    • Revolusi Makan Siang Gratis Sistem Prasmanan
    • Misteri Padamnya Listrik Batam Bintan
    • Strategi BRI Perluas Akses Keuangan Desa
    • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
    • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Menguat ke Level Rp17.900
    Market

    Rupiah Menguat ke Level Rp17.900

    13-10-2026 - 16.2002 Mins Read0
    rupiah menguat ke level rp17 900

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan Selasa (13/10) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia ini berhasil menguat ke level Rp17.900 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda mencatatkan kenaikan sebesar 13 poin atau setara dengan penguatan 0,07 persen.

    Kenaikan tipis ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang sedang mengalami fluktuasi. Meskipun rupiah menunjukkan tren positif, pergerakan mata uang di kawasan Asia secara keseluruhan tampak bervariasi terhadap dolar AS. Sebagian besar mata uang tetangga justru mengalami tekanan dan melemah.

    Rupiah Menguat ke Level Rp17.900
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sebagai contoh, yuan China tercatat turun tipis 0,01 persen, sementara peso Filipina melemah sebesar 0,06 persen. Ringgit Malaysia juga tidak luput dari depresiasi dengan penurunan sebesar 0,03 persen. Bahkan, won Korea Selatan mengalami tekanan yang cukup signifikan dengan penurunan mencapai 0,56 persen terhadap dolar AS.

    Namun, tidak semua mata uang di Asia melemah. Yen Jepang justru menunjukkan taringnya dengan penguatan sebesar 0,33 persen. Selain itu, dolar Singapura juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen, sementara dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan yang berarti terhadap dolar AS.

    Kondisi serupa juga terlihat pada mata uang negara-negara maju. Mayoritas mata uang utama dunia kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa mencatatkan kenaikan 0,29 persen, diikuti oleh poundsterling Inggris yang menguat 0,22 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing naik sebesar 0,14 persen dan 0,15 persen, sementara franc Swiss juga naik 0,19 persen.

    Menanggapi pergerakan ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Menurutnya, penguatan rupiah dipicu oleh berkurangnya tekanan jual pada obligasi pemerintah di pasar global serta melemahnya posisi dolar AS secara umum.

    "Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tekanan jual pada obligasi pemerintah global dan pelemahan dolar AS itu sendiri," jelas Lukman saat memberikan keterangan kepada faktual.news.

    Selain faktor obligasi dan dolar, faktor komoditas juga turut memberikan pengaruh pada pasar. Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami penurunan. Penurunan ini diduga kuat sebagai dampak dari aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Rabu (14/10).

    Meski demikian, Lukman memberikan catatan bahwa penguatan rupiah tidaklah terlalu agresif. Hal ini disebabkan oleh adanya sentimen risk-off atau kecenderungan investor untuk menghindari risiko, baik di pasar domestik maupun pasar global. Sentimen tersebut menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak penguatan rupiah agar tidak melesat lebih jauh.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur

      13-10-2026 - 18.20

      Prabowo Siapkan HP Gratis untuk Rakyat

      13-10-2026 - 16.55

      Revolusi Makan Siang Gratis Sistem Prasmanan

      13-10-2026 - 14.55

      Misteri Padamnya Listrik Batam Bintan

      13-10-2026 - 14.20

      Strategi BRI Perluas Akses Keuangan Desa

      13-10-2026 - 14.18

      Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

      12-10-2026 - 08.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur
      • Prabowo Siapkan HP Gratis untuk Rakyat
      • Rupiah Menguat ke Level Rp17.900
      • Revolusi Makan Siang Gratis Sistem Prasmanan
      • Misteri Padamnya Listrik Batam Bintan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.