Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Umrah Sambil Dukung Timnas di Piala Asia

    11-10-2026 - 12.55

    Investasi Raksasa 10 Triliun Masuk Indonesia

    11-10-2026 - 12.20

    Bank Jatim Ekspansi ke Balikpapan

    11-10-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Umrah Sambil Dukung Timnas di Piala Asia
    • Investasi Raksasa 10 Triliun Masuk Indonesia
    • Bank Jatim Ekspansi ke Balikpapan
    • Mengenal Liang Wenfeng Sang Raja AI China
    • Solusi Menginap Seru di MotoGP Mandalika
    • Dilema Air di Balik Ledakan Teknologi AI
    • Misteri Harga BBM Tetap Tinggi Meski Selat Hormuz Pulih
    • Membangkitkan Kembali Tenun Sasak di Sade
    Faktual News
    Home - Market - Dilema Air di Balik Ledakan Teknologi AI
    Market

    Dilema Air di Balik Ledakan Teknologi AI

    11-10-2026 - 08.2003 Mins Read0
    dilema air di balik ledakan teknologi ai

    Faktual.news – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tengah memicu perlombaan pembangunan pusat data (data center) di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, di balik janji manis kemajuan ekonomi digital, tersimpan tantangan besar yang mengancam keberlanjutan lingkungan, terutama terkait konsumsi air dan energi yang sangat masif.

    Operasional pusat data, khususnya yang dirancang untuk memproses komputasi AI yang berat, membutuhkan sistem pendinginan yang sangat kuat. Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah sistem pendingin berbasis penguapan (evaporative cooling). Jika tidak dikelola dengan perencanaan yang matang, kebutuhan air yang luar biasa besar dari fasilitas ini berpotensi menciptakan konflik kepentingan dengan kebutuhan air bersih masyarakat luas.

    Dilema Air di Balik Ledakan Teknologi AI
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Persoalan ini menjadi nyata di Indonesia melalui proyek pusat data berbasis AI milik BDx Data Centers senilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Proyek ambisius ini sempat mengalami penghentian sementara akibat kendala perizinan dan meningkatnya kekhawatiran publik mengenai dampak ekologis yang ditimbulkan.

    Mariana Marselina, ahli teknologi pengelolaan lingkungan dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB), menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital skala besar tidak boleh mengabaikan aspek ekologi. Menurutnya, ada banyak variabel yang harus dikaji secara mendalam, mulai dari penggunaan air, kebutuhan energi, karakteristik limbah, hingga perubahan tata guna lahan.

    "Potensi dampak ekologis yang perlu dikaji antara lain terkait penggunaan air untuk sistem pendinginan, kebutuhan energi yang besar, karakteristik air limbah, perubahan tata guna lahan, kebisingan, hingga panas buangan," ungkap Marselina. Ia juga menyoroti dampak tidak langsung terhadap masyarakat yang bergantung pada sumber daya air yang sama.

    Khusus untuk kasus di wilayah Jatiluhur, Marselina mengingatkan bahwa Waduk Jatiluhur memiliki fungsi vital yang sangat beragam, mulai dari penyediaan air baku hingga irigasi pertanian. Oleh karena itu, diperlukan kajian teknis yang akurat untuk memastikan bahwa operasional pusat data tidak akan mengurangi jatah air bagi warga, terutama saat musim kemarau tiba. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan pengembang harus menjawab kekhawatiran masyarakat dengan data yang valid, bukan sekadar klaim bahwa air masih mencukupi.

    Secara global, kekhawatiran mengenai "haus"nya pusat data memang bukan tanpa alasan. Sebuah studi dari Environmental and Energy Study Institute (EESI) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa satu pusat data dapat mengonsumsi hingga 5 juta galon air per hari, atau setara dengan 18,9 juta liter. Angka ini setara dengan kebutuhan air harian bagi 10 ribu hingga 50 ribu orang.

    Namun, besarnya konsumsi air ini sangat bergantung pada faktor teknis seperti ukuran fasilitas, lokasi, iklim, hingga teknologi pendingin yang diterapkan. Dalam sistem evaporatif, sekitar 80 persen air yang digunakan akan menguap ke atmosfer untuk membuang panas dari perangkat server, sementara sisanya dialirkan ke pengolahan limbah.

    Menariknya, terdapat perbedaan data yang cukup signifikan mengenai angka konsumsi ini. Matt Garman, CEO Amazon Web Services, memberikan perspektif berbeda dengan menyatakan bahwa rata-rata penggunaan air di fasilitas Amazon jauh lebih rendah, yakni kurang dari 13 ribu galon per hari. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi teknologi pendingin dan metode manajemen air sangat menentukan seberapa besar dampak lingkungan yang dihasilkan oleh sebuah pusat data.

    Bagi Indonesia, tantangan ke depan adalah bagaimana menyambut investasi teknologi tinggi ini tanpa harus mengorbankan ketahanan air nasional. Infrastruktur digital yang canggih harus berjalan selaras dengan keberlanjutan ekosistem dan kebutuhan dasar rakyat.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Umrah Sambil Dukung Timnas di Piala Asia

      11-10-2026 - 12.55

      Investasi Raksasa 10 Triliun Masuk Indonesia

      11-10-2026 - 12.20

      Bank Jatim Ekspansi ke Balikpapan

      11-10-2026 - 10.55

      Mengenal Liang Wenfeng Sang Raja AI China

      11-10-2026 - 10.20

      Solusi Menginap Seru di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 08.55

      Misteri Harga BBM Tetap Tinggi Meski Selat Hormuz Pulih

      11-10-2026 - 05.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Umrah Sambil Dukung Timnas di Piala Asia
      • Investasi Raksasa 10 Triliun Masuk Indonesia
      • Bank Jatim Ekspansi ke Balikpapan
      • Mengenal Liang Wenfeng Sang Raja AI China
      • Solusi Menginap Seru di MotoGP Mandalika

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.