Faktual.news – Pemerintah tengah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan tata kelola berjalan dengan sempurna. Langkah ini diambil menyusul adanya berbagai tantangan di lapangan, mulai dari persoalan kemitraan, manajemen yayasan, masalah insentif, hingga laporan terkait kasus keracunan makanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyadari bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat krusial untuk memperbaiki kualitas program ini. Oleh karena itu, BGN telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang dapat digunakan oleh siswa, orang tua, sekolah, hingga masyarakat umum untuk melaporkan temuan di lapangan.

Berikut adalah panduan lengkap kanal pengaduan yang disediakan oleh BGN:
1. Layanan Call Center SAGI 127
BGN telah meluncurkan layanan call center 127 dengan maskot SAGI (Sentra Aduan Gizi Indonesia). Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani pengaduan, konsultasi gizi, maupun pemberian edukasi pemenuhan gizi kepada masyarakat.
2. Sistem SP4N-LAPOR!
Masyarakat juga dapat menggunakan kanal nasional SP4N-LAPOR! melalui laman bgn.lapor.go.id. Pengguna cukup memilih menu "Sampaikan Laporan Anda", mengisi judul laporan, kronologi kejadian, lokasi, serta mengunggah bukti pendukung seperti foto atau video (maksimal 2 MB). Pelapor juga memiliki opsi untuk tetap anonim atau merahasiakan identitasnya.
3. Mekanisme PO BOX
Terdapat tiga jalur PO BOX khusus untuk kategori yang berbeda:
- PO BOX 2045: Untuk pengaduan internal BGN (pegawai, pengawas, personel dapur).
- PO BOX 1708: Untuk mitra dan yayasan penyelenggara terkait masalah operasional.
- PO BOX 45000: Jalur terbuka bagi masyarakat umum untuk melaporkan temuan di lapangan.
4. Layanan Email dan Lapor Masdar
Bagi yang lebih nyaman menggunakan perangkat digital, BGN menyediakan alamat email resmi untuk mengirimkan laporan lengkap dengan lampiran. Selain itu, tersedia situs lapor.sudaryono.id (Lapor Masdar) yang memungkinkan masyarakat melaporkan berbagai kategori, mulai dari masalah dapur SPPG hingga pelanggaran hukum, dengan sistem verifikasi keamanan yang mudah.
5. Portal Digital Radar MBG
Untuk transparansi, tersedia portal "Radar MBG". Melalui portal ini, masyarakat dapat memantau langsung pelaksanaan MBG di wilayah tertentu, termasuk melihat foto sajian menu, komposisi gizi, hingga data penyedia (SPPG) di lokasi tersebut.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Menurutnya, setiap temuan akan melalui proses verifikasi dan investigasi mendalam untuk menemukan akar permasalahan.
"Kami sedang melakukan perbaikan tata kelola, mulai dari sistem, sumber daya manusia, hingga cara kami menindaklanjuti pengaduan," ujar Sudaryono.
Senada dengan hal tersebut, peneliti kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menekankan pentingnya pengawasan non-pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, media, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan dalam menjalankan program pemerintah di era demokrasi modern ini.


