Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misteri Aliran Dividen Danantara

    08-10-2026 - 14.55

    Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi

    08-10-2026 - 14.20

    Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

    08-10-2026 - 12.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misteri Aliran Dividen Danantara
    • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
    • Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
    • Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh
    • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis
    • Aturan Baru Ojol Segera Terbit
    • Indonesia Siap Ekspor Listrik ke Tetangga
    • UU Baru Lindungi Buruh atau Sekadar Formalitas
    Faktual News
    Home - Market - Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100
    Market

    Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100

    06-10-2026 - 10.5503 Mins Read0
    harga minyak dunia melorot ke us 100

    Faktual.news – Pasar energi global tengah mengalami dinamika yang cukup signifikan setelah harga minyak mentah dunia terpantau mengalami penurunan tipis pada perdagangan Selasa (6/10). Penurunan ini dipicu oleh melimpahnya pasokan minyak mentah yang mengalir dari kawasan Timur Tengah serta langkah strategis negara-negara anggota G7 yang memutuskan untuk melepas cadangan minyak darurat mereka ke pasar.

    Berdasarkan data perdagangan terbaru, minyak mentah jenis Brent berjangka mengalami penurunan sebesar 4 sen, sehingga kini bertengger di level US$100,28 per barel. Kondisi serupa juga dialami oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat yang merosot 11 sen atau sekitar 0,1 persen ke posisi US$89,33 per barel.

    Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Tim Waterer, Kepala Analis di KCM Trade, mengungkapkan bahwa pergerakan harga minyak saat ini cenderung terbatas. Hal ini disebabkan karena para pelaku pasar masih dalam tahap mencerna informasi terkait meredanya tekanan pada sisi pasokan global. Menurutnya, kombinasi antara meningkatnya angka ekspor dari Arab Saudi dan kebijakan pelepasan cadangan strategis oleh G7 menjadi faktor utama yang menahan laju harga, meskipun Brent masih mencoba bertahan di kisaran angka psikologis 100 dolar AS.

    Data pengiriman minyak menunjukkan tren yang cukup mengejutkan, di mana volume ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah sempat melampaui angka sebelum periode konflik terjadi selama empat hari berturut-turut pada pekan terakhir September lalu. Kondisi ini diperparah dengan keputusan negara-negara G7 yang menyepakati pelepasan sebanyak 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat mereka guna menstabilkan pasar. Selain itu, negara-negara G7 juga menyatakan komitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi, sebuah langkah yang muncul setelah adanya dorongan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Namun, di balik tren penurunan harga tersebut, awan mendung ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar energi dunia. Risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk tetap menjadi ancaman nyata. Hal ini menyusul klaim dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran, yang menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah objek vital di Arab Saudi.

    Beberapa target yang disebut dalam serangan tersebut meliputi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang minyak milik raksasa Aramco di Rabigh, hingga Bandara Abha. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai dampak nyata dari serangan tersebut terhadap infrastruktur energi mereka.

    Tim Waterer memberikan catatan penting bahwa selama belum ada terobosan diplomasi yang konkret antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak dunia diprediksi akan sulit turun lebih dalam. Ketegangan di Timur Tengah akan terus menjadi jangkar yang menjaga batas bawah harga minyak tetap berada di level yang relatif tinggi.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misteri Aliran Dividen Danantara

      08-10-2026 - 14.55

      Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi

      08-10-2026 - 14.20

      Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

      08-10-2026 - 12.55

      Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh

      08-10-2026 - 12.20

      Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis

      08-10-2026 - 10.55

      Aturan Baru Ojol Segera Terbit

      08-10-2026 - 10.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misteri Aliran Dividen Danantara
      • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
      • Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
      • Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh
      • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.