Faktual.news – Langkah strategis diambil Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat struktur Kabinet Merah Putih dengan melantik dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru. Penunjukan Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai bagian dari jajaran pimpinan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini menjadi sorotan, terutama terkait kompetensi yang mereka bawa untuk mengawal stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.
Menanggapi perombakan struktur di tubuh Kementerian Keuangan tersebut, Wakil Menteri Keuangan saat ini, Juda Agung, memberikan apresiasi dan pandangan positif. Menurut Juda, penunjukan Luky Alfirman merupakan langkah yang tepat mengingat rekam jejak panjang dan pengalaman luas yang telah dimiliki oleh sosok tersebut di lingkungan Kemenkeu.

"Kami sudah sangat mengenal beliau karena beliau sudah lama berkarier di Kementerian Keuangan. Berdasarkan pengalaman kerjanya, saya yakin beliau sangat menguasai berbagai aspek krusial, mulai dari urusan anggaran, perimbangan keuangan, hingga di DJSEF," ujar Juda Agung saat ditemui dalam acara Media Gathering di Bogor, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan kedua Wamenkeu baru ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini secara resmi mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri negara untuk periode 2024-2029. Dengan bergabungnya dua nama baru ini, kini posisi Wakil Menteri Keuangan diisi oleh tiga orang, yakni Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.
Luky Alfirman sendiri bukanlah orang baru di lingkungan otoritas fiskal Indonesia. Ia merupakan sosok yang telah mengabdi di Kemenkeu sejak tahun 1995. Sebelum resmi menjabat sebagai Wakil Menteri, Luky menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran. Pengalamannya sangat komprehensif, mencakup posisi strategis seperti Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan serta Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat manajemen anggaran negara agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Di sisi lain, penunjukan Nurkholisoh Ibnu Aman membawa warna baru dari sisi akademisi dan peneliti. Ia dikenal sebagai ekonom berbakat yang memiliki latar belakang kuat di Bank Indonesia (BI). Nurkholisoh sebelumnya menjabat sebagai Senior Economist dan kembali bergabung dengan bank sentral tersebut sebagai Senior Researcher sejak November 2024. Kehadiran Nurkholisoh diharapkan dapat memberikan perspektif riset yang tajam dalam pengambilan kebijakan fiskal yang selaras dengan kondisi moneter.
Dengan komposisi baru ini, Kementerian Keuangan diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Sinergi antara praktisi birokrasi senior seperti Luky dan pakar ekonomi seperti Nurkholisoh menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan APBN di bawah kepemimpinan Kabinet Merah Putih.


