Faktual.news – Sektor perhotelan kini tengah menghadapi tantangan ganda: tuntutan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus tekanan untuk menjaga efisiensi biaya operasional. Menanggapi fenomena tersebut, Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk, Handojo K Setyadi, membagikan strategi kunci dalam mengelola dampak lingkungan melalui pendekatan yang terintegrasi.
Dalam sebuah forum diskusi bertajuk EVolution Forum yang digelar di Jakarta baru-baru ini, Handojo menekankan bahwa upaya menekan emisi karbon tidak bisa dilakukan secara parsial atau sekadar sebagai formalitas belaka. Menurutnya, perusahaan harus mengadopsi prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) agar target lingkungan dan target finansial dapat berjalan beriringan.

Handojo menjelaskan bahwa kunci utama dari efisiensi ini terletak pada perencanaan yang matang sejak fase awal. Ia menegaskan bahwa pengelolaan emisi dan penghematan energi harus sudah masuk dalam cetak biru pembangunan sebuah gedung. Dengan mengawal proses sejak tahap konstruksi, perusahaan dapat meminimalkan potensi pemborosan energi yang berdampak pada tingginya emisi karbon dan pembengkakan biaya operasional di masa depan.
"Pembangunan yang kami lakukan selalu kami kawal sejak awal. Hal ini penting karena proses penghematan energi dan upaya mengatasi emisi berkaitan erat dengan pengendalian biaya," ungkap Handojo di hadapan para peserta forum.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa meskipun Pollux Hotels Group telah menerapkan berbagai langkah efisiensi, perusahaan tidak merasa cepat puas. Mengingat perkembangan teknologi dan tren penanganan isu lingkungan yang bergerak sangat cepat, sistem operasional gedung harus terus diperbarui dan disesuaikan. Menurutnya, standar yang dianggap baik hari ini mungkin akan menjadi usang di masa depan jika tidak ada inovasi yang berkelanjutan.
"Meskipun sistem yang kami miliki saat ini sudah dinilai baik, tim kami tetap melakukan improvisasi secara terus-menerus. Perkembangan teknologi dalam penanganan emisi saat ini sangat signifikan, sehingga kami harus terus beradaptasi," tambahnya.
Namun, Handojo memberikan catatan penting bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil optimal tanpa adanya faktor manusia. Ia menyoroti peran krusial dari kontrol internal dan konsistensi tim pengelola gedung. Pengawasan yang ketat dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional hijau menjadi penentu apakah target penurunan emisi dapat tercapai atau tidak.
"Di mana pun kita berbicara mengenai upaya menekan emisi sekaligus penghematan biaya, kontrol dan konsistensi dari tim internal adalah kunci. Tanpa pengawasan yang konsisten, hasil yang dicapai tidak akan maksimal," pungkasnya.
Strategi yang dijalankan oleh Pollux Hotels ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri properti dan perhotelan lainnya dalam menyelaraskan antara profitabilitas bisnis dengan tanggung jawab terhadap keberlanjutan ekosistem global.


