Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

    29-09-2026 - 05.20

    Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

    29-09-2026 - 02.55

    Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru

    29-09-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
    • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
    • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
    • Nasib Manajer Kopdes Merah Putih
    • Aturan Baru Short Selling di BEI
    • Strategi Besar Pemerintah Perkuat Pangan
    • Rahasia Jepang untuk Makan Gratis di Sekolah
    Faktual News
    Home - Market - Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    Market

    Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru

    29-09-2026 - 02.2002 Mins Read0
    misteri anjloknya ihsg dan aturan saham baru

    Faktual.news – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi cukup tajam pada perdagangan Senin (28/9) memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar. Salah satu isu yang mencuat adalah adanya anggapan bahwa kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas harga terendah saham menjadi Rp1 menjadi penyebab utama melemahnya indeks. Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak otoritas bursa akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.

    Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, secara tegas membantah bahwa penghapusan batas harga minimum Rp50 merupakan pemicu utama tekanan terhadap IHSG. Menurutnya, kebijakan yang memungkinkan saham diperdagangkan hingga level Rp1 tersebut tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap stabilitas indeks secara keseluruhan.

    Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jeffrey menjelaskan bahwa saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 memiliki bobot yang relatif kecil dalam pembentukan IHSG. Oleh karena itu, penurunan harga pada saham-saham tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai faktor tunggal yang meruntuhkan indeks. "Bobot dari saham-saham yang sudah lama berada di harga Rp50 itu tidak besar terhadap IHSG. Jadi, tidak bisa dikatakan bahwa tekanan pada IHSG semata-mata disebabkan oleh penurunan di bawah harga Rp50," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

    Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa fenomena penurunan harga saham-saham tersebut sebenarnya adalah bagian dari proses alami pasar. Jeffrey menyebutnya sebagai fase penyesuaian menuju nilai wajar atau fair value. Banyak saham yang selama bertahun-tahun "tertidur" di level Rp50 tanpa adanya aktivitas transaksi yang berarti. Kini, setelah aturan baru diberlakukan, saham-saham tersebut tengah mencari titik keseimbangan harga yang baru melalui mekanisme auto rejection.

    "Artinya, memang ada kesepakatan baru dari para pelaku pasar dan investor. Mungkin nilai wajarnya memang bukan di Rp50. Saat ini pasar sedang mencari titik keseimbangan tersebut, dan tentu saja proses ini membutuhkan waktu karena adanya mekanisme auto rejection," tambahnya.

    Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga pukul 14.30 WIB, tercatat sebanyak 69 saham diperdagangkan di bawah level Rp50 pada pasar reguler. Angka ini merupakan akumulasi dari sekitar 20 saham lama yang sebelumnya tertahan di Rp50, ditambah dengan saham-saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus.

    Meski demikian, IHSG memang menutup perdagangan Senin sore di level 6.147, mengalami pelemahan sebesar 94,03 poin atau merosot 1,51 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Data transaksi menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp12,56 triliun dengan volume sebanyak 37,24 miliar saham. Dari total emiten, sebanyak 180 saham tercatat menguat, sementara 532 saham lainnya mengalami koreksi, dan 81 saham bergerak stagnan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau

      29-09-2026 - 05.20

      Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino

      29-09-2026 - 02.55

      Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap

      28-09-2026 - 23.55

      Nasib Manajer Kopdes Merah Putih

      28-09-2026 - 23.20

      Aturan Baru Short Selling di BEI

      28-09-2026 - 21.55

      Strategi Besar Pemerintah Perkuat Pangan

      28-09-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Harga Cabai Meroket Akibat Kemarau
      • Lawan Krisis Air Bersih Akibat El Nino
      • Misteri Anjloknya IHSG dan Aturan Saham Baru
      • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
      • Nasib Manajer Kopdes Merah Putih

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.