Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah

    28-09-2026 - 05.20

    Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek

    28-09-2026 - 02.56

    Dana Pensiun Segera Ekspansi ke Luar Negeri

    28-09-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah
    • Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek
    • Dana Pensiun Segera Ekspansi ke Luar Negeri
    • Rahasia UMKM Naik Kelas Lewat Satu Aplikasi
    • BRImo Gebrak Kemeriahan Pestapora Jakarta 2026
    • Strategi Apindo Hadapi Aksesi OECD
    • Antusiasme Warga Surabaya Berburu Paket Umrah
    • Gelombang PHK Mengancam Puluhan Ribu Pekerja
    Faktual News
    Home - Market - Indonesia Unjuk Gigi di Harvard
    Market

    Indonesia Unjuk Gigi di Harvard

    26-09-2026 - 23.2002 Mins Read0
    indonesia unjuk gigi di harvard

    Faktual.news – Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui penguatan sektor ekonomi syariah. Dalam sebuah forum prestisius di Harvard University, Amerika Serikat, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) secara resmi memaparkan potensi besar serta ekosistem ekonomi syariah yang sedang berkembang pesat di tanah air.

    Pemaparan yang mengusung tajuk "Introduction to Islamic Economy and Finance: Concepts, Ecosystem, and Indonesia’s Experience" ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperkenalkan model ekonomi berbasis prinsip syariah kepada dunia akademisi dan praktisi global. Dalam sesi tersebut, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menjadi pembicara utama yang menguraikan bagaimana Indonesia mengelola sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata.

    Indonesia Unjuk Gigi di Harvard
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Emir menekankan bahwa esensi dari ekonomi dan keuangan syariah jauh lebih luas daripada sekadar instrumen perbankan atau produk keuangan konvensional lainnya. Menurutnya, ekonomi syariah mencakup integrasi antara sektor keuangan dan sektor riil. Inti dari seluruh aktivitas ekonomi ini terletak pada penerapan prinsip-prinsip fundamental, yakni keadilan, keseimbangan, kemaslahatan umat, serta keberlanjutan (sustainability).

    "Ekonomi syariah bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan tentang bagaimana menciptakan ekosistem yang adil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Emir dalam paparannya.

    Dalam kesempatan tersebut, KNEKS juga menjelaskan peran strategisnya sebagai orkestrator utama dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional. Indonesia tidak hanya ingin menjadi konsumen produk halal, tetapi juga ingin menjadi pusat produksi global melalui penguatan Halal Value Chain (HVC) atau rantai nilai halal.

    Data yang dipaparkan menunjukkan tren yang sangat positif bagi ekonomi nasional. Berdasarkan catatan terbaru, sektor Halal Value Chain telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2026, sektor ini menyumbang sebesar 26,07 persen terhadap PDB, atau jika dikonversi ke nilai mata uang mencapai angka fantastis yakni Rp1.613 triliun.

    Pertumbuhan sektor ini tercatat mencapai 6,8 persen secara tahunan (year-on-year). Lonjakan ini didorong oleh beberapa sektor kunci yang menjadi tulang punggung ekonomi syariah di Indonesia, di antaranya adalah sektor pertanian, industri makanan dan minuman halal, industri fesyen muslim, serta sektor pariwisata ramah muslim.

    Melalui pemaparan di Harvard University ini, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investasi global ke dalam ekosistem ekonomi syariah nasional. Dengan fondasi yang kuat pada sektor riil dan dukungan regulasi yang mumpuni, Indonesia optimis dapat menjadi pemimpin pasar dalam ekonomi syariah dunia di masa depan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah

      28-09-2026 - 05.20

      Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek

      28-09-2026 - 02.56

      Dana Pensiun Segera Ekspansi ke Luar Negeri

      28-09-2026 - 02.20

      Rahasia UMKM Naik Kelas Lewat Satu Aplikasi

      27-09-2026 - 23.55

      BRImo Gebrak Kemeriahan Pestapora Jakarta 2026

      27-09-2026 - 23.20

      Strategi Apindo Hadapi Aksesi OECD

      27-09-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah
      • Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek
      • Dana Pensiun Segera Ekspansi ke Luar Negeri
      • Rahasia UMKM Naik Kelas Lewat Satu Aplikasi
      • BRImo Gebrak Kemeriahan Pestapora Jakarta 2026

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.