Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap Sosok Baru Pimpin KNKT Siap Jaga Nyawa

    26-09-2026 - 02.20

    Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS

    25-09-2026 - 23.55

    Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus

    25-09-2026 - 23.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Terungkap Sosok Baru Pimpin KNKT Siap Jaga Nyawa
    • Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
    • Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus
    • Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag
    • Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI
    • Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium
    • Krisis Dana Pensiun BUMN Danantara Turun Tangan
    • 3 KRL INKA Siap Angkut Jutaan Penumpang
    Faktual News
    Home - Market - Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
    Market

    Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS

    25-09-2026 - 23.5502 Mins Read0
    terkuak mengapa ri ngotot perjanjian dagang as

    faktual.news – Menteri Perdagangan Budi Santoso akhirnya membeberkan alasan mendalam di balik tekad kuat Indonesia untuk menjalin perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Penjelasan ini sekaligus menanggapi berbagai pertanyaan skeptis yang kerap muncul di media sosial mengenai urgensi kesepakatan tersebut.

    Dalam sebuah acara pengembangan wirausaha muda di Universitas BINUS, Alam Sutera, Tangerang, Budi Santoso mengakui bahwa sentimen publik di jagat maya seringkali mempertanyakan langkah pemerintah ini. Namun, ia menegaskan bahwa ada pertimbangan strategis yang sangat krusial di baliknya.

    Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Amerika Serikat, menurut Budi, merupakan mitra dagang yang sangat vital bagi Indonesia. Data menunjukkan, selama periode Januari hingga Desember 2025, Indonesia mencatat surplus perdagangan yang signifikan dengan Negeri Paman Sam, mencapai angka fantastis US$18,11 miliar. Rinciannya, ekspor Indonesia ke AS menembus US$30,96 miliar, sementara impor tercatat US$12,85 miliar, menjadikan total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$43,80 miliar.

    Lebih lanjut, Budi Santoso mengungkapkan bahwa pangsa ekspor Indonesia ke AS mencapai 11 persen dari total ekspor global. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya pasar Amerika bagi produk-produk Indonesia, menjadikannya salah satu tujuan utama yang harus diamankan.

    Perjalanan menuju perjanjian dagang ini bukanlah hal baru. Budi menceritakan bahwa Indonesia telah berupaya selama tiga dekade untuk mewujudkan kesepakatan perdagangan dengan AS. Pada Juli 1996, sempat terjalin Trade and Investment Framework Agreements (TIFA) yang diharapkan menjadi landasan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena AS kala itu memandang dirinya hanya sebagai pasar semata bagi Indonesia.

    Titik terang baru muncul di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di era ini, akhirnya terwujudlah Agreement on Reciprocal Trade (ART), sebuah perjanjian dagang resiprokal yang menjadi terobosan fundamental. Budi Santoso menyebut penandatanganan ART sebagai salah satu pencapaian terbesar, krusial untuk mengamankan dan menjaga keberlangsungan ekspor Indonesia ke Amerika.

    Mendag Budi juga berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang beredar di media sosial. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, ia menyoroti tantangan dalam memilah kebenaran. Berbeda dengan masa lalu yang sulit mencari berita, kini masyarakat dihadapkan pada kesulitan memilih berita yang benar di antara banyaknya kabar hoaks.

    Budi menambahkan, fenomena "bad news is good news" sering terjadi, di mana informasi negatif atau tidak benar justru lebih menarik perhatian dan dibaca. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memiliki literasi yang mumpuni agar generasi muda mampu membedakan mana informasi yang valid dan mana yang sekadar kabar bohong.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Terungkap Sosok Baru Pimpin KNKT Siap Jaga Nyawa

      26-09-2026 - 02.20

      Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus

      25-09-2026 - 23.20

      Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag

      25-09-2026 - 21.55

      Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI

      25-09-2026 - 21.20

      Mendag Siap Sikat Mafia Beras Premium

      25-09-2026 - 18.55

      Krisis Dana Pensiun BUMN Danantara Turun Tangan

      25-09-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Terungkap Sosok Baru Pimpin KNKT Siap Jaga Nyawa
      • Terkuak Mengapa RI Ngotot Perjanjian Dagang AS
      • Terkuak Rencana Besar MRT Ubah Lebak Bulus
      • Jangan Cari Kerja Ciptakan Ini Kata Mendag
      • Terungkap Bulan Ini PHK Paling Mencekam di RI

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.