faktual.news – KAI Commuter kembali menghadirkan kabar gembira bagi para pengguna setia kereta rel listrik (KRL). Tiga rangkaian KRL seri CLI 225 buatan PT Industri Kereta Api (INKA) kini telah kembali beroperasi penuh, siap melayani mobilitas masyarakat di jalur sibuk Bogor. Kembalinya armada ini diharapkan mampu memperkuat layanan, terutama pada jam-jam padat pagi dan sore hari.
Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali rangkaian KRL ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan menyeluruh dan uji dinamis yang ketat. Proses ini krusial untuk memastikan setiap unit KRL memenuhi standar keamanan dan keandalan operasional yang tinggi. Dari total tujuh rangkaian KRL produksi INKA yang sebelumnya menjalani perawatan intensif sejak pertengahan bulan, kini tiga di antaranya sudah dinyatakan layak jalan.

"Tiga rangkaian KRL CLI 225 kini sudah beroperasi penuh," ungkap Karina. Ia menambahkan, "Secara bertahap, sisa rangkaian yang telah selesai perawatan akan segera menyusul untuk memperkuat layanan di jam sibuk pagi dan sore." Rangkaian KRL ketiga ini dijadwalkan mulai beroperasi pada sore hari, melayani rute Manggarai-Bogor-Depok dengan keberangkatan perdana pukul 18.25 WIB. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan dan memperkuat kapasitas angkut penumpang.
Data statistik KAI Commuter menunjukkan betapa vitalnya penambahan armada ini. Commuter Line Jabodetabek melayani rata-rata lebih dari satu juta penumpang setiap hari kerja. Khusus jalur Bogor, angka penumpang harian mencapai antara 474 ribu hingga 500 ribu orang, menandakan tingginya permintaan akan transportasi publik yang efisien dan andal.
KAI Commuter bersama PT INKA berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi, memastikan setiap proses pemeriksaan dan perawatan berjalan sesuai standar dan jadwal yang telah ditetapkan. Mereka optimistis bahwa keandalan armada akan semakin solid, menjamin keamanan dan kenyamanan maksimal bagi para pengguna. Komitmen ini juga mencakup optimalisasi jadwal pemeliharaan agar kapasitas angkut tetap prima tanpa mengorbankan aspek keselamatan perjalanan.


