faktual.news – Artha Graha Peduli (AGP) melalui Padar Heritage Conservation (PHC) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan di wilayah Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja dilanda bencana. Uluran tangan kali ini menyasar SDN Kampung Baru di Pulau Longos sebuah sekolah darurat yang kondisinya memprihatinkan. Bantuan berupa terpal buku dan alat tulis disalurkan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar.
Kondisi SDN Kampung Baru di Pulau Longos memang mengundang keprihatinan mendalam. Para siswa masih harus belajar di bawah atap yang terbuat dari daun-daunan. Situasi ini tentu sangat rentan terutama saat musim hujan tiba yang berpotensi mengganggu seluruh aktivitas pendidikan. Yoanna Daely perwakilan Artha Graha Peduli mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap keberlangsungan belajar anak-anak di tengah ancaman cuaca ekstrem.

"Atap daun ini jelas tidak ideal. Kami cemas jika hujan deras datang kegiatan belajar anak-anak akan terhenti," ujar Yoanna. Oleh karena itu terpal yang disalurkan diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk melindungi ruang kelas agar para siswa bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman. Selain di Pulau Longos bantuan serupa sebelumnya juga telah diberikan kepada SDN Wae Langka di Lembor sebagai bagian dari upaya menyeluruh AGP dalam mendukung fasilitas pendidikan yang memerlukan.
Tidak hanya untuk sekolah terpal juga didistribusikan ke beberapa lokasi lain yang membutuhkan seperti Kampung Maras di Desa Wae Kanta Lembor serta Kampung Rareng di Desa Tanjung Boleng. Sementara itu bagi para murid di Pulau Longos selain terpal mereka juga menerima buku dan alat tulis baru. "Semoga perlengkapan sederhana ini dapat menambah semangat belajar mereka," tambah Yoanna penuh harap. Kontribusi Artha Graha Peduli ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih pasca bencana.


