faktual.news – Di era persaingan kerja yang kian ketat, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi saja tak lagi cukup. Sebuah riset gabungan dari Harvard Business School dan Kellogg School of Management menunjukkan bahwa individu dengan soft skill mumpuni lebih mudah beradaptasi dan berpeluang meraih pendapatan lebih tinggi. Menjawab tantangan ini, Tanoto Foundation hadir melalui Program Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan (TELADAN), sebuah inisiatif pengembangan kepemimpinan komprehensif yang melampaui sekadar bantuan finansial.
Tahun ini, Program TELADAN kembali menyeleksi 176 mahasiswa terbaik dari ribuan pendaftar untuk menjadi Tanoto Scholars Angkatan 2026. Mereka adalah hasil seleksi ketat yang berlangsung dari Juli hingga November 2025, menyaring 9.283 calon pemimpin muda dari seluruh Indonesia. Para Scholars ini dihimpun dari 10 perguruan tinggi mitra terkemuka, mencakup Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, IPB University, Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mulawarman.

Selama tujuh semester, para Tanoto Scholars akan dibentuk melalui sembilan karakter inti yang krusial bagi seorang pemimpin. Karakter-karakter ini meliputi kesadaran diri, pola pikir berorientasi target, inovasi, semangat belajar berkelanjutan, kepedulian sosial, kemampuan memberdayakan orang lain, ketangguhan, integritas, dan jiwa kewirausahaan.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dalam peluncuran program, mengapresiasi upaya Tanoto Foundation dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan. Ia mengingatkan para Scholars bahwa kesempatan yang mereka raih adalah bentuk kepercayaan besar, bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah hidup seseorang, bahkan arah suatu bangsa. Rano juga menggarisbawahi bahwa keberuntungan bukan warisan, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan, dan esensi TELADAN adalah membuka jalan serta menjadi cahaya bagi banyak orang.
Senada dengan itu, Chief Executive Officer Tanoto Foundation, Benny Lee, menegaskan komitmen jangka panjang yayasan dalam menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia yang unggul secara akademik dan kuat secara karakter. Benny mendorong para Scholars untuk mengoptimalkan kesempatan ini dengan semangat pay it forward, menyalurkan manfaat yang mereka terima kepada masyarakat luas. "Terpilih dari ribuan pendaftar bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi titik awal untuk terus belajar dengan rendah hati sembari menciptakan dampak bagi komunitas sekitar," ujarnya.
Program TELADAN dirancang secara sistematis selama 3,5 tahun, terbagi dalam tiga fase pengembangan. Fase pertama, Lead Self (semester dua hingga empat), berfokus pada pembangunan kesadaran dan kepemimpinan diri. Dilanjutkan dengan fase Lead Others (semester lima hingga enam), yang mengasah kemampuan memimpin dan berkolaborasi. Terakhir, fase Persiapan Profesional (semester tujuh hingga delapan), mempersiapkan Scholars memasuki dunia kerja.
Sepanjang program, para Scholars mendapatkan beragam peluang pengembangan diri, mulai dari kegiatan pengabdian masyarakat, jejaring nasional sesama Tanoto Scholars, pengalaman magang, hingga program pengembangan global dan persiapan karier. Setelah lulus, mereka akan bergabung dengan jaringan alumni lintas negara, sebuah komunitas kepemimpinan yang berkomitmen pada pembelajaran, kolaborasi, dan dampak positif berkelanjutan.
Dampak positif program ini bukan sekadar klaim, melainkan terbukti secara empiris. Berdasarkan TELADAN Programme Evaluation Report 2025, alumni TELADAN memiliki probabilitas 27 persen lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan non-alumni. Tak hanya itu, mereka juga berpeluang 36 persen lebih besar meraih pendapatan yang lebih tinggi. Evaluasi tersebut bahkan menemukan bahwa program ini menggandakan peluang mobilitas sosial ke atas bagi para alumninya, dengan beberapa di antaranya mampu menyamai atau melampaui pendapatan orang tua hanya dalam satu tahun pertama bekerja. Dunia kerja pun mengakui keunggulan alumni TELADAN dalam kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan komunikasi. Ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada pembentukan karakter dan soft skill menghasilkan dampak terukur di dunia profesional.


