faktual.news – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah KNEKS kini mengambil langkah berani. Mereka menggandeng erat Kementerian Luar Negeri Kemenlu dalam sebuah inisiatif ambisius. Tujuannya satu: memperkuat dan menyebarluaskan pemahaman ekonomi serta keuangan syariah di kalangan diaspora Indonesia di seluruh penjuru dunia.
Kolaborasi strategis ini terungkap dalam pertemuan penting di Jakarta. Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat bertemu dengan Direktur Urusan Diaspora Kemenlu Devdy Risa. Pembahasan utama mereka berpusat pada bagaimana memanfaatkan jaringan luas Warga Negara Indonesia di luar negeri untuk menggaungkan potensi ekonomi syariah.

Sutan Emir Hidayat menegaskan komitmen KNEKS untuk menggelar berbagai program edukasi. Mulai dari sesi berbagi pengetahuan hingga talkshow interaktif. Semua ini akan didukung penuh oleh Kemenlu yang siap memfasilitasi akses ke Satu Data Diaspora. Tak hanya itu, Kemenlu juga akan menjadi jembatan penghubung KNEKS dengan Indonesian Diaspora Network Global serta Indonesian Diaspora Network United. Ini membuka peluang besar bagi KNEKS untuk menjangkau lebih banyak komunitas.
Bukan sekadar wacana, inisiatif serupa telah menunjukkan hasil gemilang. KNEKS sebelumnya sukses menggelar program bersama pemangku kepentingan di Korea Selatan, dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI Seoul. Dari kegiatan tersebut, sebuah fakta menarik terungkap: sekitar 65 persen diaspora yang berpartisipasi langsung terintegrasi ke dalam layanan keuangan syariah. Mereka membuka rekening tabungan, tabungan emas, tabungan haji, hingga berinvestasi pada instrumen keuangan syariah. Ini membuktikan bahwa minat dan potensi diaspora terhadap ekonomi syariah sangatlah besar.
Kerja sama KNEKS dan Kemenlu diharapkan mampu mereplikasi kesuksesan ini di negara-negara lain. Membawa ekonomi syariah Indonesia semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh diaspora, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.


