faktual.news – PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis nan revolusioner dalam upaya mendistribusikan subsidi elpiji 3 kilogram agar benar-benar tepat sasaran. Perusahaan pelat merah ini kini menjalin kerja sama erat dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, mengoptimalkan basis data Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk proses verifikasi penerima.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) penting ini secara resmi ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dan Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi. Momen bersejarah tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, serta Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Jeffe Arizon Suardin, di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin lalu.

Inisiatif ini merupakan implementasi konkret dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2023 yang mengatur Petunjuk Teknis Transformasi Subsidi Tepat LPG. Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah mempersiapkan sistem canggih untuk memvalidasi NIK setiap masyarakat yang berhak menerima subsidi elpiji tabung melon.
Mars Ega Legowo Putra menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian integral dari komitmen perusahaannya untuk memperbaiki tata kelola penyaluran subsidi energi. "Pertamina Patra Niaga bertekad mewujudkan visi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui tata kelola subsidi yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan akses energi merata dari Sabang hingga Merauke," ujarnya dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyoroti potensi besar data kependudukan sebagai fondasi utama berbagai layanan publik. Dengan hampir 99 persen penduduk wajib KTP telah terekam biometrik, basis data Dukcapil menjadi sumber informasi yang sangat valid dan komprehensif. Teguh berharap pemanfaatan data ini bersama Pertamina Patra Niaga tidak hanya sukses dalam menyalurkan subsidi elpiji 3 kg secara akurat, tetapi juga membuka peluang untuk mendukung kebutuhan dan layanan perusahaan di sektor lainnya.


