Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Singapura Respon Pemangkasan Gas RI

    26-10-2026 - 08.55

    Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering

    26-10-2026 - 08.20

    Pesta Diskon Transmart Hari Ini

    26-10-2026 - 05.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Singapura Respon Pemangkasan Gas RI
    • Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering
    • Pesta Diskon Transmart Hari Ini
    • Serbu Diskon Gila Transmart Hari Ini
    • Banjir Diskon Alat Rumah Tangga di Transmart
    • Ekonomi Lampung Melejit Berkat Kebijakan Petani
    • Libur Nataru Makin Murah dengan Diskon Tiket
    • Membawa Perubahan Ekonomi di Pinggiran Dumai
    Faktual News
    Home - Market - Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering
    Market

    Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering

    26-10-2026 - 08.2003 Mins Read0
    solusi air untuk petani di lahan kering

    Faktual.news – Krisis air bersih dan sulitnya akses irigasi seringkali menjadi momok menakutkan bagi para petani, terutama saat musim kemarau panjang melanda. Menanggapi tantangan besar tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah nyata dengan meluncurkan Program Mata Air Indonesia. Program kolaboratif bersama Rabu Biru Foundation ini bertujuan untuk membangun infrastruktur air guna membantu petani di lahan tadah hujan agar tetap produktif.

    Peresmian program ini dilakukan di Kelurahan Mertelu, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Sabtu (24/10) lalu. Wilayah Mertelu dipilih karena memiliki karakteristik tanah kering dan kawasan karst berbatu yang sangat menantang bagi sektor pertanian. Tanpa pasokan air yang stabil, penggunaan pupuk berkualitas sekalipun tidak akan mampu memberikan hasil panen yang optimal bagi para petani.

    Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa ketersediaan air adalah kunci utama keberlanjutan sektor pertanian. Melalui inisiatif ini, perusahaan ingin memastikan bahwa potensi lahan yang ada dapat dimaksimalkan melalui penyediaan infrastruktur air yang memadai serta pendampingan teknis bagi para petani.

    "Pupuk dan air adalah dua elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam pertanian. Kami menyadari bahwa Pupuk Indonesia tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Rabu Biru Foundation, sangat penting untuk menghadirkan manfaat nyata bagi petani di berbagai daerah," ujar Rahmad.

    Program Mata Air Indonesia tidak hanya menyasar Gunungkidul. Pupuk Indonesia telah memetakan lima wilayah strategis yang membutuhkan intervensi serupa, yakni Grobogan di Jawa Tengah, Pacitan dan Sampang di Jawa Timur, serta Kupang di Nusa Tenggara Timur.

    Di Mertelu sendiri, bantuan yang diberikan sangat komprehensif. Perusahaan membangun sumur bor sedalam 103 meter yang dilengkapi dengan tangki penampung beton berkapasitas 20.000 liter. Untuk efisiensi energi, sistem pompa air yang digunakan telah didukung oleh teknologi panel surya. Jaringan pipa irigasi pun dibangun untuk mengalirkan air ke lahan pertanian seluas 28 hektare, yang akan memberikan manfaat langsung bagi 93 petani penerima pupuk bersubsidi.

    Tak hanya sekadar membangun fisik, program ini juga menyentuh aspek edukasi. Para petani mendapatkan pelatihan intensif mengenai budidaya satu musim tanam, penggunaan varietas unggul yang tahan kekeringan, hingga manajemen pascapanen.

    Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Rabu Biru Foundation, Siti Hediati Soeharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Ia berharap program ini dapat direplikasi di wilayah lain yang mengalami kendala serupa. Sementara itu, Suyoto, salah satu petani setempat, mengaku sangat terbantu karena kendala utama mereka selama ini adalah kekeringan saat musim kemarau.

    Sebagai bentuk kepedulian sosial yang lebih luas, dalam acara peresmian tersebut, Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan satu unit ambulans melalui Yayasan Sehat Hijau Sejahtera Yogyakarta untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi program.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Singapura Respon Pemangkasan Gas RI

      26-10-2026 - 08.55

      Pesta Diskon Transmart Hari Ini

      26-10-2026 - 05.55

      Serbu Diskon Gila Transmart Hari Ini

      25-10-2026 - 23.55

      Banjir Diskon Alat Rumah Tangga di Transmart

      25-10-2026 - 21.55

      Ekonomi Lampung Melejit Berkat Kebijakan Petani

      25-10-2026 - 21.20

      Libur Nataru Makin Murah dengan Diskon Tiket

      25-10-2026 - 18.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Singapura Respon Pemangkasan Gas RI
      • Solusi Air untuk Petani di Lahan Kering
      • Pesta Diskon Transmart Hari Ini
      • Serbu Diskon Gila Transmart Hari Ini
      • Banjir Diskon Alat Rumah Tangga di Transmart

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.