faktual.news – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menampik desas-desus liar yang beredar luas di platform media sosial. Isu tersebut menuduhnya terlibat dalam praktik jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan nilai fantastis, mencapai Rp100 miliar. Purbaya mengaku sangat terkejut dan bingung mengenai asal-muasal informasi yang menyebutkan dirinya mengumpulkan dana sebesar itu untuk menempatkan seseorang pada posisi tertentu.
"Saya benar-benar tidak mengerti dari mana isu itu muncul. Jangan-jangan justru Pak Sekjen yang mengumpulkan sendiri," ujar Purbaya berkelakar saat momen pelantikan pejabat eselon II dan III di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/9) lalu. Ia menambahkan, jika ditanya, Sekretaris Jenderal pun pasti akan membantah. "Itu hanya rumor semata," tegasnya.

Pimpinan Kemenkeu itu menjelaskan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya telah melakukan serangkaian rotasi, mutasi, promosi, hingga pengisian berbagai posisi strategis di unit kerja Kemenkeu. Menurutnya, langkah-langkah semacam ini adalah hal yang lumrah dan esensial dalam sebuah organisasi yang dinamis.
"Sebuah organisasi yang sehat tidak boleh berdiam diri. Kami membutuhkan penyegaran, kami perlu memberikan kesempatan kepada individu-individu berprestasi untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar," papar Purbaya. Ia melanjutkan, tujuan utama dari kebijakan ini adalah menempatkan figur yang paling tepat pada posisi yang sesuai, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang. "Jadi, rotasi dan mutasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kinerja optimal," imbuhnya.
Purbaya juga membeberkan mekanisme di balik proses pengisian jabatan. Ada sebuah tim khusus yang bertugas mengusulkan nama-nama calon pejabat. Setelah itu, Sekretaris Jenderal Kemenkeu akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kandidat yang diajukan.
"Yang paling utama, kita harus senantiasa menjaga integritas. Seperti yang saya sampaikan tadi, jika saya benar-benar menerima uang, apalagi jumlahnya mencapai Rp100 miliar seperti isu itu, pasti akan langsung tercium dan dilaporkan dengan cepat," ungkap Purbaya. Ia lantas menghela napas lega. "Untungnya saya tidak pernah menerima uang semacam itu. Syukurlah saya tidak pernah terlibat," pungkasnya, menegaskan kembali ketidakbenaran rumor tersebut.


