Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pertama hari ini (19/2) dengan kejutan, berbalik melemah setelah sempat menguat di awal. Indeks acuan bursa ini ditutup pada level 8.289,08, terkoreksi tipis 0,25 persen dari posisi pembukaan di 8.310,22. Pelemahan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan datang.
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti bahwa pergerakan negatif IHSG ini sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar yang tengah menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Fokus utama adalah keputusan terkait tingkat suku bunga acuan, yang menjadi barometer penting bagi iklim investasi.
Di tengah gejolak ketidakpastian global dan meningkatnya risiko di pasar keuangan, konsensus pasar memprediksi bahwa BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen. Langkah ini diyakini sebagai strategi Bank Sentral untuk terus menjaga stabilitas ekonomi domestik dan memastikan keberlanjutan nilai tukar rupiah, sebagaimana diungkapkan Pilarmas dalam riset terbarunya.
Data perdagangan dari RTI Business menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi di lantai bursa hari ini. Sebanyak 37,49 miliar saham berpindah tangan melalui 2,19 juta kali transaksi, dengan total nilai transaksi yang mencapai angka fantastis Rp16,50 triliun.
Namun, dominasi koreksi terlihat jelas pada pergerakan saham. Tercatat 351 saham mengalami penurunan, berbanding 293 saham yang menguat, sementara 169 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan. Mayoritas sektor juga tak luput dari tekanan jual, dengan sektor teknologi memimpin penurunan sebesar 1,39 persen. Disusul oleh sektor keuangan yang melemah 0,76 persen, industrial merosot 0,66 persen, properti turun 0,58 persen, kesehatan terkoreksi 0,33 persen, dan siklikal anjlok 0,20 persen.
Kendati demikian, tidak semua sektor bernasib sama. Beberapa sektor berhasil mencatatkan penguatan signifikan, memberikan sedikit angin segar di tengah koreksi pasar. Sektor bahan baku melesat 2,86 persen, transportasi melonjak 1,99 persen, energi menguat 0,74 persen, non-siklikal naik 0,33 persen, dan infrastruktur tumbuh tipis 0,09 persen.
Sementara itu, di kancah bursa regional Asia, mayoritas indeks menunjukkan performa positif. Indeks Nikkei 225 Tokyo menguat 0,78 persen dan Hang Seng Index Hong Kong meningkat 0,52 persen. Namun, aktivitas perdagangan di Shanghai Composite Index masih terhenti karena libur.
